Selasa, 31 Januari 2017

Teknik Induksi dalam Melahirkan




Setiap ibu hamil tentu menginginkan ketika saatnya persalinan nanti tiba semuanya berjalan lancar dan normal. Kemudian bayi yang dikandung selama sembilan bulan dapat terlahir dengan selamat dan sempurna. Namun, adakalanya persalinan normal yang diharapkan terjadi karena salah satunya dibantu oleh tindakan induksi.

Induksi persalinan adalah suatu upaya stimulasi mulainya proses persalinan, yaitu dari tidak ada tanda-tanda persalinan, kemudian distimulasi menjadi ada dengan menimbulkan mulas/his. Cara ini dilakukan sebagai upaya medis untuk mempermudah keluarnya bayi dari rahim secara normal.

Alasan Induksi

Dari sisi medis ada beberapa alasan, yaitu :

Kondisi medis ibu : 

Tekanan darah tinggi (preeklamsia) dan diabetes gestasional (kadar gula darah tidak terkontrol) adalah kondisi yang membuat ibu harus di induksi segera. Kelahiran merupakan satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan nyawa ibu. Selain itu pada keadaan ibu dengan penyakit herpes, jika persalinan sudah hampir tiba, dan ibu menginginkan persalinan pervaginam, maka keadaan ini boleh di induksi. Persalinan pervaginam dengan herpes yang aktif sangat berbahaya bagi bayi. Ibu hamil tidak merasakan adanya kontraksi atau his. Padahal kehamilannya sudah memasuki tanggal perkiraan lahir bahkan lebih (sembilan bulan lewat).

Pertimbangan bayi :

Ada keadaan yang mengancam keselamatan janin jika terlalu lama didalam kandungan, diantaranya oligohidramnion (air ketuban sediki), IUGR (Intrauterine Growth Retardation - hambatan pertumbuhan janin), atau janin lewat waktu. Selain itu,Jika Anda merasakan pergerakan janin yang lemah, dan itu disadari pula oleh dokter, meski beberapa pemeriksaan normal, kadang tetap akan melakukan induksi. 

Selaput ketuban telah pecah :

Sekitar 10% kehamilan akan mengalami pecah ketuban sebelum kontraksi. Jika itu terjadi, ibu dan bayi beresiko terhadap infeksi. Belum ada kesepakatan berapa lama induksi harus dilakukan setelah ketuban pecah, tergantung dari kebijakan rumah sakit masing-masing. Namun, usahakan bayi segera lahir setidaknya 24 jam setelah ketuban pecah.

Janin lewat waktu : setelah kehamilan berusia 41 minggu (atau 7 hari melebihi waktu seharusnya), akan meningkatkan resiko komplikasi pada bayi. Maka dari itu, induksi dibutuhkan. Sedangkan jika kehamilan sudah 42 minggu, atau 14 hari setelah waktu seharusnya, kemungkinan bayi meninggal semakin besar. Karena pada saat itu terjadi penurunan fungsi plasenta. Plasenta memiliki waktu sampai akhir minggu ke - 42 untuk berfungsi dengan baik. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah induksi dibolehkan pada kehamilan 40 - 42 minggu ? Jawabannya tergantung keadaan, riwayat kehamilan, dan keputusan dokter secara pribadi.

Jika kehamilan Anda lewat waktu, dokter akan melakukan pemeriksaan non-invasif dan profil biofisika untuk mengetahui apakah janin dalam keadaan stres atau tidak. Apabila keadaan janin baik, Anda dapat meneruskan kehamilan Anda sampai kelahiran spontan. Namun jika selama menanti kelahiran spontan itu terjadi masalah, misalnya pergerakan janin melemah akibat kurangnya cairan ketuban, maka induksi akan di lakukan.

Catatan : Keadaan penipisan dan pembukaan mulut rahim saat induksi akan dilakukan merupakan faktor penting yang menentukan apakah prosentase keberhasilan induksi.


Ada dua cara yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk melalui proses induksi, yaitu kimia dan mekanik. Namun pada dasarnya, kedua cara ini dilakukan untuk mengeluarkan hormon prostaglandin yang berfungsi sebagai zat penyebab otot rahim berkontraksi.Secara kimia, Anda akan diberikan obat-obatan khusus. Ada yang diberikan dengan cara diminum, dimasukkan ke dalam vagina, diinfuskan. Bisanya, tak lama setelah salah satu cara kimia itu dilakukan, Anda akan merasakan datangnya kontraksi. Secara mekanik, biasanya dilakukan dengan sejumlah cara, seperti menggunakan metode stripping, pemasangan balon keteter, (oley chateter) dimulut rahim, serta memecahkan ketuban saat persalinan sedang berlangsung.


1. Adanya kontraksi rahim yang berlebihan

Itu sebabnya induksi harus dilakukan dalam pengawasan yang ketat dari dokter yang menangani. Jika Anda merasa tidak tahan dengan rasa sakit yang ditimbulkan, biasanya dokter akan menghentikan proses induksi,kemudian akan dilakukan operasi caesar.

2. Janin akan merasa tidak nyaman, sehingga dapat membuat bayi mengalami gawat janin (fetal disterss)

Itu sebabnya selama proses induksi berlangsung, dokter akan memantau gerak janin melalui CTG/kardiotopografi. Bila dianggap terlalu berisiko menimbulkan gawat janin, proses induksi akan dihentikan.

3. Dapat merobek bekas jahitan operasi caesar

Hal ini bisi terjadi pada yang sebelumnya pernah dioprasi caesar, lalu menginginkan kelahiran normal.

4. Emboli

Meski kemungkinannya sangat kecil sekali, namun tetap harus diwaspadai. Emboli terjadi apabila air ketuban yang pecah masuk ke pembuluh darah dan menyangkut di otak ibu atau paru-paru. Bila terjadi dapat merenggut nyawa ibu seketika.

Jika pada kehamilan tua Anda sudah merasa sangat tidak nyaman dan ingin segera melahirkan dengan cara diinduksi, maka keadaan mulut rahim menjadi hal penting untuk dijadikan pertimbangan. Induksi akan bermanfaat ketika mukut rahim telah menipis sekitar 50 persen dan berdilatasi 3 - 4 cm. Hal ini karena tubuh Anda telah siap untuk menghadapi proses persalinan. Selain itu, secara statistik fase ini lebih aman untuk melahirkan pervaginam.

Namun, jika mulut rahim belum cukup menipis dan berdilatasi, itu tandanya tubuh belum siap untuk melahirkan. Melakukan induksi dan melahirkan pervaginam bukan hal yang tepat pada keadaan demikian, karena kemungkinan besar persalinan akan diubah menjadi caesar.

Umumnya, meski tak ada catatan medis yang membuat suatu kehamilan diinduksi, menunggu janin lahir spontan adalah hal terbaik. Karena kita tidak tahu keadaan janin, mulut rahim berada pada fase apa, apakah ada kemungkinan terjadi perubahan posisi pada janin atau tidak, maka melakukan induksi adalah hal yang beresiko. Kita hanya mengganggu proses alami suatu persalinan. Sebagai akibatnya, bayi mungkin belum berada pada posisinya dan tubuh ibu ternyata belum siap untuk melahirkan. Dua keadaan itu meningkatkan dilakukannya operasi caesar pada kehamilan yang diinduksi.



SEMOGA BERMANFAAT

Senin, 30 Januari 2017

Cara Untuk Memberikan Obat Pada Bayi




Tubuhnya mungil pada bayi dan sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna, membuat penyakit dan masalah kesehatan akan senantiasa menjadi ancaman yang besar yang mudah menyerang mereka.

Untuk itulah, orangtua harus pintar dan siaga dalam menjaga kesehatan dan mengupayakan segala hal agar masalah kesehatan tidak mudah menyerang buah hati mereka yang masih begitu kecil. Selain itu, gangguan kesehatan yang menyerang anak bayi seringkali membuat orangtua khawatir dan tidak tega melihat kondisi mereka yang kepayahan menahan rasa sakit yang dialaminya. Belum lagi, anak-anak bayi belum mampu mengutarakan apa yang dirasakannya, termasuk dengan keluhan yang mereka alami.

Tidak seperti orang dewasa yang mengalami sakit, dimana mereka akan dengan mudah mengatakan apa yang dikeluhkannya. Anak - anak bayi mungkin hanya akan berubah menjadi rewel dan terus-terusan menangis dengan kondisi ini. Hal inilah yang seringkali membuat orangtua menjadi bingung dan panik dengan tangisan yang dialami oleh bayi mereka.

Nah, disinilah peran anda sebagai orangtua mungkin akan dituntut lebih ekstra dan lebih siaga. Karena bayi kecil anda belum mampu mengutarakan apa yang dirasakannya, maka orangtua perlu menjadi lebih siaga dan lebih peka terhadap apa yang dialami buah hatinya.

Tidak mudah memang menarik kesimpulan saat si buah hati menangis atau menjadi rewel. Hanya saja, satu hal yang pasti dari kondisi ini adalah sesuatu yang tidak beres terjadi dengan buah hati anda. Selain itu, umumnya beberapa gejala atau hal yang tidak lazim akan ditunjukan oleh si kecil yang mengalami keluhan kesehatan. Misalkan dengan melakukan sesuatu yang tidak biasanya dilakukan atau menunjukan perasaan yang tidak nyaman pada saat melakukan rutinitasnya. Hal inilah yang akan dapat menjadi acuan untuk orangtua segera mengkonsultasikan kondisi yang dialami oleh si buah hati ke dokter.

Ya, pada saat si kecil sakit sebaiknya jangan sembarang mengatasi atau mengobati si buah hati seorang diri dengan memberikan sembarang jamu atau obat - obatan tanpa resep dari dokter. Ketahui, bayi anda masih begitu kecil tubuhnya tidak akan mampu mencerna berbagai bahan atau benda asing yang masuk kedalam tubuhnya, termasuk dengan obat-obatan yang sembarang.

Untuk itulah, bawa segera buah hati yang sakit ke dokter. Di dokter, diagnosa yang tepat akan bisa diberikan pada si kecil sehingga penanganan yang tepat dengan pemberian obat yang jelas akan bisa diberikan dengan lebih baik guna mengembalikan kondisinya agar menjadi lebih pulih. Nah, selesai dari dokter dan mendapatkan beberapa jenis obat yang diberikan umumnya masalah tidak selesai sampai disana. Anda mungkin akan dihadapkan pada masalah pemberian obat pada buah hati anda yang masih begitu kecil. Apalagi jika ini adalah saat pertama anda memberikan obat pada mereka.

Ya, kegiatan memberikan obat pada anak bayi seringkali menjadi saat yang mendebarkan sekaligus menegangkan. Betapa tidak, ketakutan bila anak tersedak, kekhawatiran anak tidak suka dengan jenis obat yang diberikan, ketakutan bila anda tidak bisa mengendalikan si kecil pada saat memberikan obat sampai dengan khawatir bila obat yang diberikan rupanya tidak cocok untuk buah hati anda. Beberapa permasalah ini seringkali menjadi rentetan kekhawatiran yang membendungi benak orangtua pada saat hendak memberikan obat pada bayi mereka.

Selain itu, meski obat anak-anak sudah diberikan pemanis agar tidak terasa pahit berlebihan, akan tetapi rasa pahit yang tersembunyi masih saja dapat dirasakan oleh lidah sensitif si bayi. Tak heran meskipun diusianya yang masih begitu kecil, anak bayi sudah mampu menolak meminum obat. Dengan pintarnya mereka akan melakukan aksi tutup mulut atau menggeliat dan bahkan mengamuk saat diberikan obat.


1. Pastikan Anda Memberikannya Sesuai dengan Dosis

Seorang pakar menyatakan bahwa kesalahan paling besar dalam memberikan obat pada anak, terutama bayi adalah kesalahan yang dilakukan pada saat memberikan dosis obat pada anak. Dengan demikian, bukan mempercepat penyembuhan hal ini malah seringkali menimbulkan masalah baru pada anak-anak. Untuk itulah, orangtua perlu dengan jeli dan waspada dalam mempelajari atau mengingat jumlah obat yang diberikan pada anak-anak.

Biasanya anak-anak akan diberikan obat dalam bentuk sirup agar memudahkan mereka untuk mencerna obat yang diberikan. Untuk itulah, sebelum memulai memberikan jenis obat-obatan ini sebaiknya periksalah dan pelajari dengan betul berapa takaran dan jumlah yang harus diberikan pada buah hati anda. Nah, berikut ini adalah beberapa poin yang harus diperhatikan dalam memberikan obat pada buah hati :

• Baca dengan seksama label obat dengan hati-hati. Bila perlu yakinkan diri anda dengan menyamakan perpeksi anda dengan orang lain.
•  Cek kembali dosis/jumlah obat yang harus diberikan, apakah diberikan berdasarkan usia anak atau berdasarkan berat badannya.
•  Baca semua aturan pemberian obat. Penjelasan ini umumnya ada dan tercantum dalam kemasan atau kotak obat. Adapula lembaran yang terutulis dan disisipkan didalam dus kemasan obat.
•   Berikan obat sesuai dengan waktunya, misalkan apakah obat harus diberikan sesudah atau sebelum makan.
•  Pelajari cara memberikan obat. Apakah obat tersebut dihancurkan, diencerkan atau diteteskan.
• Pahami betul kapan atau seperti apa frekuensi pemberian obat. Apakah diberikan seriap 8 jam sekali, pada jam-jam makan si kecil, atau pada saat si kecil mengalami kondisi-kondisi tertentu.

Hal ini penting sekali dilakukan, sebab anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Mereka akan lebih sensitif terhadap obat dibandingkan orang dewasa. Apabila anda melakukan kesalahan dalam memberikan dosis, maka obat tersebut aka berbahaya untuk mereka atau bahkan malah membaut mereka kebal dengan jenis obat tersebut.

2. Sebaiknya Gunakan Takaran Obat yang Disertakan

Agar pemberian dosis pada si kecil tepat, maka sebaiknya jangan mengganti takaran obat dengan sendok yang biasa digunakan. Sebaliknya, gunakan takaran obat yang umumnya telah disertakan dalam kemasan obat. Bentuknya bermacam-macam, ada yang seperti pipet, suntikan, cup pengukur atau ada juga yang berbentuk sendok plastik.

Jangan pernah menggunakan sendok teh untuk memperkirakan takaran obat yang diberikan pada si kecil. Sebab takaran ini bisa jadi tidak akurat. Bila tidak ada alat pengukur yang disertakan dalam obat, maka sebaiknya bertanyalah pada apoteker, takaran apa yang sebaiknya digunakan dan boleh digunakan.

3. Pahami Betul Aturan Pemberian Obat

Sebaiknya ikuti petunjuk pemakaian yang tertera dalam kemasan guna memastikan bahwa anda sudah memberikan obat dengan cara yang benar pada si kecil. Selain itu, aturan yang tertera dalam kemasan tentunya sudah melalui pertimbangan dan pengukuran yang pasti. Sehingga demikian kinerja obat akan berjalan lebih efektif apabila anda mengikuti aturan tersebut.

Aturan seperti jumlah cairan untuk mengencerkan, cara pemberian obat (seperti misalkan apakah perlu dihancurkan dulu sebelum diberikan, apakah konsumsi obat harus dilakukan saat perut kosong dan lain sebagainya). Bukan hanya itu, aturan lain yang juga harus diperharikan adalah jeda waktu pemberian obat pertama dan selanjutnya adalah hal penting yang harus diperhatikan.

4. Biasakan Bertanya

Jangan pernah merasa sungkan atau enggan bertanya pada dokter atau apaoteker bila anda menemukan kesulitan atau ketidak pahaman dalam memberikan obat pada bayi. Sebab hal ini akan menjadi penunjang anda dalam mencapai keberhasilan dari obat yang diberikan.

Bila perlu, maka tidak ada salahnya untuk membuat daftar pertanyaan sebelum anda berangkat menemui dokter. Nah, berikut ini beberapa pertanyaan yang mungkin perlu anda pertimbangkan untuk ditanyakan :

• Apa guna obat yang diresepkan?
• Bagaimana bila ada dosis yang terlewat?
• Bisakah Dokter menjelaskan dosis obat ini kepada kami?
• Bisakah obat tersebut dicampur dengan susu atau makanan si kecil?Jika ya, jenis makanan apa saja yang diperbolehkan?
• Seberapa cepat obat akan mulai bereaksi?
• Adakah efek samping yang mungkin timbul?
• Bila rupanya bayi menumpahkan sebagian obat yang diberikan, perlukah saya menambahkan obat tersebut untuk ia minum?

Beberapa pertanyaan ini mungkin perlu anda tanyakan pada dokter agar anda tidak menghadapi kebingungan bila anda menghadapi beberapa kondisi yang tidak terduga.

5. Campurkan dengan Makanan Lain

Umumnya, anak-anak tidak suka dengan minum obat, terlebih lagi bila rasa dari obat yang diberikan pahit. Nah, salah satu trik dalam memberikan obat guna mengakali mereka agar mau mengkonsumsinya adalah dengan mencampurkannya pada beberapa makanan tertentu.

Untuk hal ini, orangtua bisa menanyakan hal ini terlebih dahulu pada dokter atau apoteker yang memberikan resep. Bila bayi anda masih mengkonsumsi ASI atau biasanya susu formula, maka tanyakan apakah mungkin bila obat tersebut dicampurkan kedalam ASI atau pada susu formula yang biasa anda berikan pada mereka.

Selain itu, anda juga bisa menggunakan alat bantu lain untuk memberikan obat pada si buah hati. Seperti misalkan dengan memberikan melalui suntikan oral atau pipet. Dengan menggunakan alat bantu ini anda bisa memasukkan obat pada mulut si bayi dengan lebih mudah dibandingkan hanya dengan menggunakan sendok.

6. Berikan dengan Tepat

Pada saat memberikan obat pada si kecil dan anda sudah melihat aksi perlawanan dari buah hati yang menolak diberikan obat. Maka pintar-pintarlah dalam mensiasati hal ini. Selain itu, selalu berikan obat dengan tepat, yakni dengan memberikannya lewat sudut mulu. Apabila anda memberikannya dari arah depan, maka ada kemungkinan si kecil akan menyemburkan obat yang diberikan yang pada akhirnya obat akan terbuang dengan sia-sia.

7. Pegang dengan Erat

Si kecil yang menolak diberikan obat, umumnya akan melakukan segala cara agar orangtua mengurungkan niatnya untuk memberikan apa yang tidak mereka inginkan. Termasuk mungkin meronta, menangis, ngamuk dan lain sebagainya.

Untuk itu, orangtua bisa memegangi mereka dengan erat-erat, namun tidak terlalu keras sampai menyakiti si bayi. Jika si bayi masih meronta, maka tunggulah sebentar sampai ia menjadi agak tenang. Jangan pernah memaksakan dengan terus menekan si buah hati. Salah-salah hal ini malah akan membuat si bayi trauma mengkonsumsi obat. Selain itu, pastikan pula bila tubuhnya tegak agar jangan sampai ia tersedak.

8. Mintalah Bantuan Oranglain

Bila anda merasakan kesulitan dan kewalahan mengatasi si kecil seorang diri, maka jangan sungkan meminta bantuan orang lain agar tidak membahayakan si kecil. Minta bantuan orangtua atau pengasu anda saat anda tidak kuat menahan si kecil yang mengamuk.

Selain itu, anda bisa meminta mereka untuk menggedong si kecil dan mengalihkan perhatian mereka sementara anda memasukkan obat kedalam mulutnya. Nah, pada saat ini silahkan manfaatkan waktu agar anda bisa memasukkan obat dengan baik kedalam mulutnya. Setelah itu, alihkan dengan memberikan air putih untuk menghilangkan rasa pahit yang ditinggalkan obat dalam mulutnya.

9. Gunakan Bantuan Pipet

Penggunaan pipet atau dropper obat pada bayi akan dapat bekerja dengan lebih baik dibandingkan pada saat anda hanya menggunakan sendok atau takaran biasa. Usaha bayi dalam menolak pada saat diberikan obat akan membuatnya melakukan banyak hal. Mulai dari usaha yang lucu sampai dengan perlakuan yang cukup membuat anda kewalahan. Akan tetapi satu hal yang pasti, pada saat obat tersebut sampai ke mulutnya, anak bayi akan cendrung melakukan usaha untuk bisa memuntahkannya kembali.

Nah, disinilah anda harus pintar-pintar dalam mensiasati agar bagaimana obat tersebut bisa sampai ke tubuhnya dengan baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan alat bantu pipet. Alat ini adalah penakar obat dengan bentuk pipa yang disertai dengan karet yang memungkinkan anda menarik sejumlah obat yang dibutuhkan.

Hanya saja, untuk alat penakar ini obat yang didapat digunakan hanyalah obat cair sehingga obat pil atau yang dihancurkan dalam bentuk serbuk tidak akan bisa diaplikasikan dengan menggunakan pipet.

Dengan menggunakan pipet obat akan lebih mudah "menyusup" meski si kecil mencoba menutup rapat-rapat mulutnya. Pemberian obat dengan menggunakan pipet pun akan membantu memudahkan bayi yang masih belum belajar menelan sesuatu dari sendok. Untuk mendapatkan alat ukur ini biasanya anda akan bisa mendapatkannya langsung dari kemasan obat. Meski beberapa obat tidak menyertakan alat ini, anda bisa membelinya di apotek.

10. Perhatikan Langkah Memberikan Obat

Baringkan si kecil di punggungnya. Jika memungkinkan mintalah bantuan pasangan atau baby sitter untuk memegangi kedua tangan si kecil dan tahan si kecil tepat diatas bagian pinggulnya. Cara ini akan membantu anda orangtua agar anda dapat menahan si buah hati untuk tidak membalikan tubuhnya pada saat ia menolak meminum obat yang anda berikan.

Selain itu, tegakan kepala si kecil sedikit. Hal ini dilakukan agar si kecil tidak tersedak pada saat ia menenggak obat yang anda berikan pada mereka. Perhatikan segala kemungkinan yang akan membahayakan si kecil pada saat anda memberikan pengobatan. Untuk itulah, bantuan dari oranglain akan sangat membantu anda.

11. Perhatikan Hal Penting

Dalam memberikan obat pada si bayi sebaiknya perhatikan beberapa hal yang akan membahayakan kesehatan mereka setelah mengkonsumsi obat yang diberikan. Hal ini dikarenakan ada sebagian anak bayi yang tidak cocok dengan jenis obat tertentu atau mengalami kendalam dengan obat yang diberikan. Perhatikan beberapa hal ini jika :

•  Muncul gejala alergi, maka hentikan pemberian obat dan segera konsultasikan kondisi si buah hati ke dokter
• Bila dokter memberikan obat jenis antibiotik, maka berikan obat sampai habis meski anda menemukan kondisinya sudah lebih baik.
•  Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter bila anda hendak memberikan perubahan pada obat yang anda berikan
•  Hindari pemberian obat yang tidak jelas.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan dalam memberikan obat pada bayi yang aman.




SEMOGA BERMANFAAT

Inilah Larangan Untuk Bayi yang Baru dilahirkan




Tak terasa penantian panjang selama 9 bulan terakhir ini, akhirnya berbuah manis dengan hadirnya si malaikat kecil ditengah keluarga anda. Rasanya seperti baru saja kemarin, Bapak dan Ibu dibuat girang mengetahui kehamilan Ibu yang mungkin secara tidak sengaja baru disadari, sampai akhirnya kini perut buncit yang biasa menyertai hari - hari Ibu telah berbuah dan berwujud menjadi sesosok bayi mungil kecil yang merupakan anugerah besar dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Gembira dan senang rasanya, melihat perjuangan yang tak mudah yang selama ini bunda jalani akhirnya berbuah dengan kehadiran si kecil yang sudah dinanti - nanti selama ini. Akhirnya untuk pertama kalinya, malaikat kecil yang telah sekian lama menemani ibu selama 9 bulan dalam perut ibu, bisa ibu dan bapak genggam dalam tangan dan didekap dengan erat. Lengkap sudah rasanya kebahagian keluarga kecil yang selama ini dibangun bersama dengan pasangan. Tangis nakal dan tawa manja yang begitu menggemaskan akan semakin mewarnai hari-hari bunda dan pasangan.

Dan setelah selesai proses persalinan, akhirnya ibu akan dapat membawa serta si kecil ke rumah dan mengurus serta membersarkan mereka dengan tangan Ibu sendiri. Nah, dari sinilah pelajaran dan hal baru akan juga banyak Ibu temukan dalam hal mengurusi si kecil.

Tak mudah memang mengurus si buah hati yang masih begitu mungil. Tak heran bila untuk sebagian Ibu yang merasa tidak percaya diri mengurusi anak bayi mereka yang baru lahir, maka mereka akan cenderung meminta bantuan orang lain untuk mengajarkan mereka bagaimana cara merawat dan mengurusnya dengan baik dan penuh dengan kehati - hatian. Hal ini tentunya dilakukan agar apa yang bunda lakukan untuk si buah hati tidak menyakitinya atau membuatnya berada dalam bahaya.

Tidak ada salahnya memang meminta bantuan orang lain dalam memandu anda agar bisa memberikan yang terbaik untuk si kecil. Akan tetapi tentunya hal ini tidak akan melulu dilakukan selamanya. Anda perlu ruang sendiri dan melakukan segala sesuatunya seorang diri dalam rangka agar pembelajaran yang anda dapatkan bisa dipraktikan dengan baik sehingga demikian pada saat anda sudah menguasai hal tersebut, maka bantuan dari oranglain tidak akan lagi anda butuhkan.

Memberikan yang terbaik dan mengurus si kecil dengan baik adalah kunci dari keberhasilan membesarkan seorang anak. Hal ini dilakukan agar si buah hati dapat tumbuh dengan sehat dan perkembangannya pun dapat didukung dengan optimal.

Memang gampang-gampang susah mengurus bayi yang baru lahir. Ada cukup banyak pantangan dan larangan yang sebaiknya tidak dilakukan agar tidak membahayakan kesehatan si kecil atau mempengaruhi perkembangannya. Beberapa hal ini penting untuk dipelajari dengan baik sebagai bekal dalam membantu ibu untuk menjaga dan mengurus anak bayi baru lahir agar menjadi lebih mudah.

Nah, dibawah ini kita akan kenali hal apa saja yang tidak boeh dilakukan pada bayi baru lahir sebagai larangan atau pantangan yang tidak boleh dilakukan oleh orangtuanya dalam menjaga dan mengurus si buah hati.


1. Menjemur Bayi di Bawah Sinar Matahari Langsung

Tidak sedikit orangtua yang memiliki bayi baru lahir menganggap bahwa menjemur bayi adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan. Dan ironisnya, tidak ada aturan khusus yang mereka perhatikan pada saat menjemur buah hati mereka yang masih begitu kecil dengan meletakkanya diatas meja dan ditempatkan dibawah paparan sinar matahari secara langsung.

Hal ini apalagi seringkali dilakukan oleh orangtua yang memiliki bayi kuning (hiperbilirubin), mereka akan cenderung menjadikan kegiatan menjemur bayi menjadi prioritas yang harus dilakukan dengan segera karena khawatir kondisi kuning pada bayi akan terus berlangsung lama.

Memang dianjurkan untuk menjemur bayi dibawah sinar matahari pagi. Akan tetapi perhatikan dengan seksama, bukan berarti anda harus menjemur si bayi langsung dibawah sorotan sinar matahari yang akan membuat mereka kepanasan.

Terkena biasa cahayanya saja sudah cukup untuk membuat bayi terjemur dengan paparan sinarnya. Seperti misalkan dengan menempatkan bayi diteras rumah. Pun, waktu menjemur bayi tidak usah dilakukan berlama-lama sampai bayi benar-benar kering dari air mandinya. Cukup lakukan selama kurang lebih 10-15 menit diantara jam 7-8 pagi.

2. Mengkonsumsi Air Putih

Banyak ibu yang kurang mengindahkan larangan untuk tidak memberikan jenis makanan atau minuman lain pada bayi mereka sebelum usianya 6 bulan. Mereka menganggap bahwa pemberian air putih adalah hal yang wajar dan dianggap sebagai hal yang biasa. Akan tetapi, perhatikan kembali hal yang dibutuhkan bayi sebelum usianya menginjak 6 bulan adalah ASI dari ibunya. Dan ini pun sudah cukup.

Jangan sesekali menenggakan air putih pada si bayi atau memberikannya dalam sendok hanya karena anda penasaran ingin memberikan 'sesuatu' pada bayi anda. Usianya yang masih begitu kecil membuat bayi tidak membutuhkan makanan apapun termasuk air putih. Hal ini dikarenakan air putih bukanlah minuman nutritive. Organ tubuh pada si bayi pun belum siap menerima asupan, bahkan dari air putih sekalipun. Untuk itu, sebaiknya jangan lakukan hal ini untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya yang baik.

3. Mengenakan Sarung Tangan dan Kaki Sepanjang Hari

Tidak sedikit ibu yang akan dengan senang hati mengenakan sarungan tangan dan kaki pada buah hati mereka yang baru lahir. Bukan lagi sebagai alasan keselamatan agar kulit bayi tak tergores dengan kuku-kukunya. Saat itu, rasanya kegunaan sarung tangan dan kaki sudah bukan lagi untuk hal tersebut, melainkan untuk aksesoris yang membuat bayi mereka terlihat lebih menggemaskan.

Penggunaan sarung tangan dan kaki pada bayi memang diperbolehkan. Akan tetapi, bila terus-terusan digunakan, maka si kecil tidak akan mampu mengembangkan kemampuan jari dan tangannya dengan baik. Selain itu, ruang eksplorasi yang melibatkan tangan dan kaki akan menjadi terbatas.

Untuk itu, sebaiknya jangan kenakan sarungan tangan dan kaki sepanjang hari. Cukup kenakan perlengakapan ini dibeberapa momen tertentu seperti saat dingin atau ibu belum siap memotong kuku-kukunya.

4. Menggunakan Popok Terus Menerus

Penggunaan diaper atau popok yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama, akan dapat mengakibatkan bayi mengalami ruam dibagian selangkangannya. Kondisi ini tentu akan membuat bayi merasa tidak nyaman, sebab perasaa gatal dan perih akan mungkin dialami oleh si bayi. Untuk itu, sebaiknya gunakan popok secara bergantian dan tidak terlalu lama.

Pada saat dirumah, sebaiknya gunakan popok kain yang lebih lembut dan lebih nyaman. Selain itu, bila anda terpaksa mengenakan diaper untuk si kecil sebaiknya setiap 4 jam sekali wajib diganti.

5. Membalurkan Minyak Penghangat

Ini adalah salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh banyak orangtua. Selain itu, memberikan bayi mereka minyak penghangat seolah telah menjadi budaya untuk sebagian besar ibu di Indonesia.

Perlu diingat, kondisi kulit bayi baru lahir masih begitu sensitif, pemakaian minyak penghangat pada kulit bayi dikhawatirkan akan membuat kulitnya menjadi teriritasi. Untuk itu, sebaiknya tunda terlebih dahulu memberikan minyak penghangat seperti minyak telon untuk si buah hati sampai usianya cukup.

Demikian beberapa hal yang menjadi larangan yang tidak boleh dilakukan pada bayi baru lahir demi menjaga keselamatan, kesehatan dan mendukung tumbuh kembangnya.



SEMOGA BERMANFAAT

Cara Jitu Mengatasi Melasma Pada Ibu Hamil




Ibu hamil seringkali mengalami keluhan-keluhan selama kehamilan diantaranya adalah keluhan yang berhubungan dengan kulit di bagian area tertentu di tubuh. Paling tampak sekali pada ibu hamil adalah keluhan pada area wajah ibu hamil yang terkadang memiliki keluhan kulit pada wajah, misalnya kulit berminyak, berjerawat hingga mengalami melasma atau dikenal dengan topeng kehamilan. Bagaimanakah kondisi yang aman untuk mengatasi melasma pada ibuhamil? 

Kondisi dimana ibu hamil memiliki warna gelap seperti pada bagian kulit di dahi, bibir atas, dan pipi, Ini merupakan tanda bahwa anda memiliki chloasma atau yang sering disebut " Topeng kehamilan". Anda tidak perlu khawatir kondisi ini seringkali mempengaruhi 50 sampai 75 persen ibu hamil. Untuk lebih mengetahui melasma “topeng kehamilan” yang seringkali dikeluhkan oleh ibu hamil, berikut ini adalah penjelasan dan solusi mengatasi melasma “topeng kehamilan”.

Melasma atau chloasma muncul ketika peningkatan tajam dalam tingkat estrogen merangsang produksi melanin berlebih atau dikenal sebagai hiperpigmentasi. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik yang terlihat lebih gelap. Terutama sering terjadi pada wanita yang  berkulit gelap yang telah memiliki lebih banyak pigmen di kulit mereka. Paparan sinar matahari bisa membuat kondisi semakin buruk. Meskipun demikian kabar baiknya warna ini bersifat sementara dan biasanya menghilang setelah melahirkan atau dalam beberapa kasus setelah Anda selesai menyusui.


Chloasma terjadi umumnya pada kehamilan yang disebabkan oleh hormonal. Satu studi di Iran menemukan prevalensi diantara 400 pasien hamil, dari 15,8%.Hal ini jarang terjadi sebelum pubertas dan paling sering terjadi pada wanita selama masa reproduksi mereka. Hal ini terkait dengan penggunaan kontrasepsi oral. Bahkan salah satu studi pasien dengan chloasma menemukan bahwa frekuensi gangguan tiroid adalah empat kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Faktor risiko selanjutnya dapat pula karena paparan sinar matahari. Ini merupakan faktor risiko yang sering terjadi Chloasma terjadi di “bagian T wajah” yang terpapar sinar matahari kulit. Hal lainnya dapat juga dipengaruhi oleh genetika, 30% pasien melaporkan riwayat keluarga positif dan kembar identik dengan chloasma sehingga ibu hamil mengalami hal yang sama diturunkan oleh anggota keluarganya.

Ibu hamil yang mengalami topeng kehamilan seringkali mengeluh daerah wajah mengalami perubahan warna menjadi gelap. Warna dapat bervariasi dari kusam menjadi cokelat, tetapi mungkin hitam atau memiliki semburat kebiruan. Distribusi ini biasanya simetris dan tiga pola yang biasa terlihat centrofacial, malar atau mandibula.


Melasma juga dikenal sebagai chloasma, yang dapat  menggelapkan kulit dan menimbulkan  bintik-bintik cokelat. Melasma paling sering terjadi selama atau setelah melahirkan. Dr Elizabeth L. Tanzi dari Johns Hopkins Hospital Center di Baltimore, dalam menyikapi American Academy of Dermatology pada tahun 2010, mencatat bahwa paparan sinar matahari adalah penyebab paling umum dari noda gelap, termasuk melasma dan binti bintik pada wajah.


1. Lengkapi Kebutuhan  Asam Folat

Makanan yang mengandung asam folat sangat baik untuk ibu hamil, selain dapat mendukung pekembangan janin. Menurut penelitian telah menunjukkan bahwa kekurangan folat dapat dikaitkan dengan hiperpigmentasi. Pilihan yang baik mengandung asam folat termasuk sayuran berdaun hijau, jeruk, roti gandum, dan sereal gandum.

2. Lindungi diri Anda dengan menggunakan tabir surya

Anda dapat menggunakan SPF tinggi - setidaknya SPF 15 atau idealnya SPF 30 atau lebih. Tabir surya akan melindungi wajah anda dari paparan sinar matahari yang akan membuat topeng kehamilan lebih terlihat.

3. Menyamarkan Topeng kehamilan dengan menggunakan concealer

Pilih foundation dan concealer korektif yang non-comedogenic, hypoallergenic dan dirancang untuk menutupi hiperpigmentasi. Anda dapat memilih sesuai warna kulit Anda, tapi pastikan concealer adalah produk yang biasa Anda gunakan dan tidak menimbulkan efek samping jika Anda tidak biasa menggunakan concealer anda daoat mengoleskan foundation ke seluruh wajah Anda, untuk menghindari patch.

4. Ekstrak kulit pinus

Seperti yang dikutip dari Livestrong Pinus pinaster, memberikan pengobatan melasma nabati yang dipelajari pada tahun 2002 oleh para peneliti di China Academy of Pengobatan Tradisional Cina. Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Phytotherapy Research, melaporkan ekstrak  kulit pinus yang mengandung pycnogenol standar, sebuah antioksidan kuat yang juga melindungi kulit terhadap sinar ultraviolet, atau UV, radiasi.

5.    Ginseng

Temuan selanjutnya mendukung penggunaan obat tradisional untuk mengobati kondisi kulit, termasuk melasma. Campurkan sedikit teh ginseng dengan jumlah yang sama bubuk pegagan dan bubuk akar ginseng untuk membuat salep. Terapkan langsung ke tempat melasma dua kali sehari selama 10 sampai 15 menit, lalu bilas. Hanya 1/8 sendok teh setiap bubuk membuat cukup untuk satu aplikasi.

6. Anggur dan Raspberry

Jika Anda ingin menghindari kemungkinan risiko dari campuran beberapa bahab maka anda dapat menggunakan ekstrak biji anggur. Seperti yang dikutip  dari Livestrong Dr Ray Sahel, penulis kesehatan dan penulis "The Stevia Cookbook" dan "Boosters Pikiran," mengutip penelitian yang menunjukkan dokter yang diberikan ekstrak standar dari biji anggur yang mengandung bahan kimia, proantosianidin, mencatat perbaikan yang signifikan melasma gelap bintik-bintik.Raspberry, kaya senyawa yang disebut asam ellagic. Sumber lain, juga kaya melasma Lightener ini, termasuk blackberry, stroberi, cranberry dan delima.

Dengan demikian ibu hamil tidak perlu cemas, bahwa kehamilan akan menimbulkan perubahan hormon yang menyebabkan tubuh mengalami perubahan sama halnya dengan kulit pada area wajah ibu hamil yang akan mengakibatkan kulit berminyak, timbul jerawat, timbul bintik-bintik dan juga terjadinya melasma yang dikenal dengan topeng kehamilan. Ibu hamil dilarang menggunakan bahan kimia yang biasanya digunakan untuk perawatan kecantikan karena akan mempengaruhi perkembangan janin.

Kondisi seperti ini membuat ibu hamil mengalami kurang percaya diri apalagi bila ibu hamil harus tetap beraktivitas di luar rumah. Untuk mengantisipasi keluhan pada area kulit wajah ibu hamil, salah satunya topeng kehamilan sebaiknya ibu hamil menggunakan cara yang aman sehingga tidak mempengaruhi tumbuh kembang janin.

Beberapa masker alami dapat mencegah penyebaran topeng wajah, selain itu anda dapat menyamarkan dengan menggunakan concealer dan foundation yang memiliki bahan aman untuk ibu hamil. Apabila anda mengalami masalah yang semakin berat dengan kulit wajah anda sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter untuk dapat menemukan solusi yang aman untuk janin, meskipun beberapa ibu hamil merasa tetap nyaman dengan perubahan hormon karena akan kembali pada kondisi normal setelah ibu hamil melahirkan.




SEMOGA BERMANFAAT

Minggu, 29 Januari 2017

Cara Penanganan Asma Saat Hamil




Asma merupakan salah satu penyakit yang bisa menjangkiti siapa saja termasuk pada ibu hamil. Asma saat hamil, membuat ibu sering merasa sesak akibat gangguan pada paru-paru. Asma di masa kehamilan, bukan hanya tidak baik bagi ibu, namun juga beresiko menganggu kesehatan janinnya. Bagi ibu yang terkena asma sebaiknya lekas memeriksakan kesehatan ibu ke dokter. Ibu  juga disarankan mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter sehingga keamanan janin akan meningkat. Ibu hamil yang terkena asma sebaiknya secara rutin memeriksakan kandungan supaya resiko terjadinya komplikasi kesehatan akibat asma tidak terjadi.

Bagi ibu hamil yang menderita asma sebaiknya asma tersebut harus terkontrol dengan baik mengingat ibu hamil bukan hanya bernapas untuk dirinya melainkan juga bagi bayi dalam kandungan. Asma saat ibu hamil, sebaiknya terkontrol dengan baik supaya tidak memberi pengaruh buruk bagi kehamilan, masa persalinan serta menyusui.

Untuk menghindari asma, Ibu hamil harus memperhatikan beragam penyebab munculnya penyakit asma seperti udara kotor udara dingin hingga stres. Dalam hal ini ibu hamil juga dituntut untuk lebih peka terhadap gejala asma yang ada seperti :

• Perubahan pola pernapasan
• Gejala susah tidur
• Mudah merasa capek
• Rasa gatal pada tenggorokan
• Hidung mampet atau bisa pula hidung meler
• Lingkaran hitam di bawah mata
• Suasana mudah berubah-ubah
• Bersin-bersin
• Turunnya toleransi pada kegiatan olahraga

Bagi mereka yang memiliki asma dan telah parah, gejala asma biasanya meliputi batuk-batuk , rasa sesak dada dan napas berbunyi ngik-ngik. Penderita asma bisa mengalami gejala tersebut di atas satu persatu atau bisa pula terjadi dalam satu serangan. Tindakan penanganan asma harus segera dilakukan untuk menghindari gejala lanjutan yang lebih parah.


Ada beberapa pengaruh asma terhadap kehamilan terutama jika asma tersebut telah parah seperti :

• Berakibat terjadinya gangguan oksigen pada janin yang dikandung
• Vagina ibu mengalami pendarahan
• Morning sickness (Baca Juga: Cara Mengatasi Morning Sickness , Bahaya Morning Sickness)
• Persalinan sulit sehingga bayi terlahir dengan prematur
• Berpengaruh pada berat badan bayi saat kelahiran nanti
• Naiknya tekanan darah serta protein dalam urin setelah 20 minggu masa kehamilan
• Tumbuh kembang janin yang terhambat

Penanganan yang tepat bagi ibu yang mengidap asma, sangat diperlukan dan diperhatikan supaya resiko janin mengalami kekurangan pasokan oksigen bisa teratasi. Dalam hal ini sebaiknya ibu hamil menjaga pola hidup yang lebih sehat.

Sekitar 30% dari wanita hamil, mengalami gejala asma yang akan semakin meningkat dan lebih sering kambuh. Sementara itu, 50% dari ibu hamil yang menderita asma memiliki gejala asma yang memburuk sehingga bantuan medis yang mendesak. Ibu hamil yang menderita asma dan menghentikan pengobatannya dapat menyebabkan gejala asma yang lebih buruk. Padahal asma yang parah pada Ibu hamil, beresiko melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah. Tidak jarang pula mereka yang memiliki asma berat melahirkan bayi secara prematur dan mengalami persalinan dini. 

Penyebab

Asma bisa menjangkiti semua orang dengan penyebab yang berbeda satu dengan lainnya. Penyebab pasti dari asma sendiri hingga kini masih belum diketahui. Meski demikian, penyebab asma bisa dibedakan menjadi 2 yakni dari dalam dan dari luar.

Faktor dari dalam :

Faktor dari dalam biasanya disebabkan oleh penyakit turunan. Bukan hanya berasal dari orang tua, namun penyakit asma bisa diwarisi dari kakek atau nenek. Faktor dari dalam atau genetik juga bisa terjadi pada bayi yang dilahirkan dengan saluran pernapasan yang kecil dan tidak normal. Bukan hanya asma, namun faktor genetik ini juga bisa menyebabkan terjadinya penyakit bronkitis.

Faktor dari luar :

1. Udara dingin

Faktor dari luar bisa disebabkan oleh dinginnya udara. Sebagai contoh yaitu penggunaan AC. Ruangan yang terlalu dingin akibat AC dapat memicu terjangkitnya penyakit asma. Selain itu berkendara di malam hari saat udara tengah dingin-dinginnya juga bisa menyebabkan asma. Untuk itu disarankan bagi anda yang gemar berkendara di malam hari, sebaiknya menggunakan jaket untuk membantu penderita asma supaya tidak kambuh lagi penyakitnya.

Ibu hamil juga harus memperhatikan udara yang dihirupnya sehari-hari. Udara kotor yang bercampur dengan debu bisa menyebabkan iritasi untuk kemudian berkembang menjadi infeksi dan memicu terjangkitnya penyakit asma.

2. Makanan dan minuman

Tahukah anda jika makanan dan minuman juga bisa memicu kambuhnya penyakit asma? Bagi mereka yang menderita asma, beberapa jenis makanan seperti makanan yang mengandung MSG, minuman dingin, makanan yang mengandung pengawet merupakan pantangan bagi para penderita asma.

3. Lingkungan

Lingkungan menjadi salah satu penyebab penyakit asma. Jika anda merupakan penderita asma, sebaiknya menghindari lingkungan yang berdebu, kotor serta kurang nyaman karena lingkungan yang demikian dapat meningkatkan resiko kambuhnya asma. Bagi ibu hamil yang menderita asma sebaiknya memperhatikan dengan betul lingkungan tempat tinggalnya. Selain itu ada baiknya jika anda menjauhkan diri dari hewan peliharaan yang memiliki bulu-bulu halus atau bahkan boneka dengan bulu halus sekalipun.

Para penderita asma biasanya memiliki indra penciuman yang sensitif terhadap sesuatu. Faktor pemicu asma seperti bulu binatang, udara dingin serta debu bisa membuat saluran pernapasan penderita menyempit dan membuat jalan keluar dan masuknya udara menjadi kurang lega.

Bagi mereka yang menderita asma sebaiknya menghindari aktivitas yang berat serta waspada pada perubahan cuaca. Kebiasaan merokok merupakan pemicu gejala asma yang harus dihindari. Rokok yang membuat asma semakin parah akhirnya bisa berkembang dan menyebabkan kanker paru-paru. Terutama bagi ibu hamil, asma merupakan gejala penyakit yang begitu menganggu sehingga ibu hamil sebaiknya menghindari penyebab asma sebisa mungkin.

Cara Penanganan


1. Lakukan chek up

Secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan paru-paru ke dokter merupakan tindakan yang seharusnya dilakukan. Jika dokter atau perawat yang merawat anda lebih dari satu, akan lebih baik jika mereka bisa saling bekerja sama dengan baik sehingga pengobatan anda terjamin. Ibu hamil juga diharuskan mengonsumsi obat yang diresepkan sesuai dengan petunjuk dokter supaya terhindar dari efek samping penggunaan obat.

2. Hindari makanan pedas

Banyak orang gemar mengonsumsi makanan pedas karena cita rasanya yang nikmat. Namun tahukah anda jika makanan pedas dapat menyebabkan rasa panas pada perut? Bukan hanya makanan pedas namun makanan asam juga berpotensi menimbulkan rasa panas di area perut. Heartburn pada seseorang terlebih ibu hamil, namun menimbulkan sesak.

3. Hindari iritasi yang menjadi penyebab asma

Ibu hamil sebaiknya menghindari apa-apa saja yang dapat yang berpotensial membuat asma mereka kambuh. Ada banyak sekali potensi penyebab asma seperti jamur, debu serta bulu halus seperti bulu binatang yang dapat meningkatkan kambuhnya asma.

Bagi ibu hamil yang ingin terhindar dari sama beragam jenis penyakit yang lain sebaiknya secara rutin mengonsumsi buah apel. Buah apel merupakan salah satu jenis buah sehat yang mengandung flavonoid dimana zat ini bagus bagi kesehatan paru-paru anda. Menjaga pola hidup sehat selama masa kehamilan, akan membantu ibu hamil dalam meminimalisasi resiko bayi terlahir prematur. Selain itu, ibu juga sebaiknya secara rutin memantau janin hingga masa persalinan nantinya.

Pengobatan

Dibandingkan dengan resiko mengkonsumsi obat-obatan asma di kala kehamilan, resiko pada kesehatan janin jauh lebih rendah dibandingkan ibu hamil yang menolak pengobatan. Hingga kini masih belum ditemukan bukti jika mengonsumsi obat asma dapat menimbulkan komplikasi di saat persalinan. 

Seperti halnya obat inhaler, obat ini telah banyak digunakan oleh ibu hamil dan belum ada gejala komplikasi atas penggunaannya. Meski demikian, ada beberapa obat yang bisa menimbulkan gejala pada bayi namun sangat jarang digunakan dan hanya digunakan bagi mereka yang menderita asma parah. Bagi ibu hamil sebaiknya bertanya pada dokter yang menangani penyakit anda mengenai resiko penggunaan pada tiap jenis obat.

Ibu yang mengidap asma biasanya jarang kambuh di kala persalinan, jika pun terjadi, steroid alami dalam tubuh anda akan menjadi tinggi sehingga mampu melindungi anda dari serangan asma. Gejala asma biasanya dapat dikontrol menggunakan obat asma yang biasa dan tidak mempengaruhi persalinan. Namun bagi ibu hamil yang menderita asma sedang hingga berat akan meningkatkan resiko ibu persalinan melalui caesar. Bagi ibu hamil yang menderita asma berat sebaiknya segera konsultasikan pada dokter sehingga asma anda bisa terkontrol dengan baik.

Hingga saat ini obat asma yang paling banyak serta dipercaya untuk meredakan gejala asma yang ada adalah penggunaan inhaler steroidPenggunaan ingaler dapat digunakan untuk membuka saluran udara sehingga pernapasan akan menjadi lebih lega. Cara ini juga bisa dilakukan menggunakan obat steroid atau bisa pula suntikan.  Penggunaan obat-obatan tertentu diharuskan sesuai dengan aturan dan  dengan dosis yang dianjurkan serta frekuensi terjadinya asma.




SEMOGA BERMANFAAT

Kamis, 26 Januari 2017

Tips Jitu Deteksi Janin yang Tidak Berkembang




Selama kehamilan sangat penting sekiranya untuk memperhatikan kesehatan anda dan janin yang akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan. Pemeriksaan yang teratur mengenai perkembangan janin dari awal kehamilan hingga menjelang persalinan sangat penting hal ini untuk menghindari resiko denyut jantung janin yang hilang atau janin yang tidak mengalami perkembangan. 

Berikut adalah uraian penjelasan mengenai janin yang tidak mengalami perkembangan :


Untuk mendapatkan gambaran mengenai janin yang tidak berkembang dicontohkan pada salah satu kasus dimana ketika melakukan kontrol ke dokter pada usia kandungan 5 minggu masih terbentuk kantung kehamilan sedangkan ketika melakukan kontrol kembali usia kehamilan 10 minggu dokter menyatakan bahwa janin tidak mengalami perkembangan dengan ditandai berhentinya denyut jantung pada janin. Dengan demikian janin yang tidak mengalami perkembangan berarti tidak mengalami pertumbuhan sesuai dengan kehamilan normalnya. Janin yang tidak berkembang dapat dideteksi pada awal kehamilan biasanya sebelum usia kehamilan tiga bulan.


Janin yang tidak berkembang hanya dapat terdeteksi ketika anda melakukan pemeriksaan menggunakan alat Ultrasonografi atau USG. Sehingga sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan USG pada trimester kehamilan pertama untuk menghindari resiko tidak terdeteksinya janin yang tidak mengalami perkembangan. Pada beberapa kasus bahkan tidak jarang dijumpai janin yang tidak berkembang hingga usia empat atau lima bulan.


Janin yang tidak berkembang dapat dideteksi dengan dua jenis sebagai berikut :

1. Janin yang tidak tampak. Janin yang tidak berkembang seringkali dikaitkan dengan blighted ovum. Blighted ovum atau kantong kosong yaitu tidak tampaknya janin sehingga yang terlihat hanya menyerupai rahim kosong. Pada kasus janin yang tidak berkembang dapat digambarkan dengan gambaran yang hitam dengan berisi cairan yang tidak adanya bayangan sama sekali kehadiran calon janin.

2. Adanya Bayangan Calon Janin. Kedua, adalah adanya gambaran berupa pipih dan kecil di dalam rahim. Pada dasarnya dikenal dengan tidak berkembang apabila diameter dan panjang janin tidak sesuai dengan usia kehamilan. Sehingga apabila usia kehamilan tidak mengalami pertambahan atau pertambahan tidak sesuai dengan usia kehamilan maka dinyatakan kehamilan yang tidak mengalami perkembangan.


Kenali penyebab terjadinya janin yang tidak berkembang sehingga anda dapat waspada untuk menurunkan resikonya, berikut adalah penyebab yang beragam terhadap janin yang tidak berkembang :

1. Genetik

Sumber utama terjadinya janin yang tidak berkembang adalah faktor genetik. Meskipun bukan faktor keturunan yang berhubungan dengan riwayat keluarga melainkan merupakan faktor sperma atau sel telur yang tidak baik sehingga perkembangannya tidak prima. Hal ini dapat mengarah pada blighted ovum (kehamilan kosong) yang dapat terjadi berulang ulang. Sehingga penting untuk memperhatikan kuantitas dan kualitas sperma dan sel telur. Penyebab dari kualitas dari sel telur dan kualitas sperma dapat bermacam macam tidak dapat dipastikan dengan pasti, apakah pengaruh dari infeksi atau pengaruh lainnya. Gangguan tersebut dapat terjadi semenjak kelahiran sehingga sulit untuk dilakukan pencegahannya.

2. Infeksi Torch

Janin yang tidak berkembang dapat pula disebabkan karena adanya infeksi oleh mikrooganisme seperti Cito Megalo Virus (CMV), Rubella atau Toksoplasma bahkan herpes simplex I dan simplek II yang dapat menyerang imunitas di dalam tubuh. Sehingga penting untuk anda yang akan merencanakan kehamilan untuk melakukan pemeriksaan agar kondisi ibu membaik. Sedangkan apabila ibu hamil diketahui mengalami infeksi ketika sedang hamil maka akan dilakukan terapi semasa kehamilan. Dalam pengobatannya dapat melakukan mengkonsumsi obat sesuai dengan resep dokter atau dengan melakukan terapi.

3. ACA (Anticardiolipin ) atau Pembekuan

Adanya faktor pembekuan atau penyumbatan pembuluh darah yang akan menyebabkan pertumbuhan janin menjadi terhenti sehingga faktor pembekuan akan mengakibatkan janin tidak berkembang. Penyebab dari Anticardiolipin atau ACA ini tergantung pada sistem imun di dalam tubuh. Pada beberapa kasus penderita ACA, misalnya pada satu keluarga yang memiliki dua orang anak dimana anak pertama menderita ACA maka anak ke dua atau selanjutnya bukan berarti akan memiliki ACA yang tinggi. Pada kasus ACA, dimana kehamilan dianggap sebagai musuh sehingga akan membentuk pembuluh darah dan darah yang membeku ini akan mengalami penyumbatan daerah daerah yang terarah pada janin. Sehingga janin secara langsung tidak mendapatkan suplai makanan, minuman dan juga oksigen. Apabila jika ditemukan terjadinya ACA maka harus segera dilakukan terapi dengan memberikan obat yang memberikan anti pembekuan darah sehingga dapat normal kembali. Sedangkan apabila telah dikondisikan sudah normal kembali maka harus dilakukan pengawasan yang ketat dan juga terapi hingga menjelang persalinan.


Pada janin yang tidak berkembang dapat diketahui dengan ciri-ciri sebagai berikut :

1. Tidak merasakan adanya gerakan janin

Meski janin yang tidak berkembang sering terjadi pada kehamilan di trimester pertama akan tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi di kehamilan trimester ke dua dan ke tiga. Anda dapat melihat tanda tandanya dengan merasakan tekanan janin yang hilang semasa usia kehamilan tersebut. Penting untuk melakukan pemeriksaan secara teratur apalagi dengan menggunakan alat USG.

2. Hilangnya Morning Sickness

Pada janin yang tidak berkembang maka anda dapat merasakan ciri cirinya dengan tidak lagi mengalami mual dan muntah selama kehamilan pertama anda. Meskipun begitu sering kali ibu hamil tidak mengalami mual muntah selama kehamilan, lantas bagaimana membedakannya.Jalan satu satunya adalah dengan menggunakan alat USG pada kehamilan pertama untuk menentukan kesehatan janin.

3. Munculnya Flek atau Darah

Janin yang gagal hidup dapat pula ditandai dengan keluarnya darah atau flek darah sehingga memicu terjadinya keguguran. Meskipun demikian anda harus dapat membedakan darah yang keluar penyebab janin bermasalah atau dikarenakan kehamilan normal. Sehingga pada keluarnya darah hanya bercak dan berhenti hanya dalam waktu 24 jam tidak memicu masalah janin sedangkan apabila darah semakin banyak harus segera dibawa ke dokter.


Janin yang tidak berkembang tidak dapat dipertahankan lagi sehingga diperlukan penanganan medis. Salah satunya dengan melakukan kuret akan tetapi pada beberapa kasus kehamilan pada janin yang belum tampak maka akan dibiarkan hingga usia kehamilan 8 minggu sehingga apabila tetap tidak tampak atau dikategorikan kehamilan kosong maka harus segera dilakukan penanganan. Dengan demikian bagi yang sedang merencanakan kehamilan, lakukan pemeriksaan sebelum kehamilan anda yang bertujuan memberikan imun pada tubuh anda untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin. Sedangkan bagi anda yang pernah memiliki riwayat kasus janin tidak berkembang pada kehamilan sebelumnya lakukan terapi dan konsultasi ke dokter hingga tidak menyebabkan kejadian yang serupa di kehamilan anda selanjutnya.




 SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 25 Januari 2017

Cara Jitu Merawat Diri Sendiri Pasca Persalinan di Minggu Pertama





Hari-hari awal setelah melahirkan mungkin Anda akan merasa sangat lelah. Berjalan atau bergerak pun terasa seperti melakukan pekerjaan yang berat. Oleh karena itu, lakukan hal-hal berikut ini agar Anda cepat pulih :

1. Saat bayi tidur, usahakan Anda juga ikut tidur.

2. Mintalah bantuan keluarga untuk melakukan urusan di rumah selama beberapa hari setelah Anda melahirkan.

3. Mintalah bantuan orang lain yang menyiapkan makanan Anda.

4. Penuhi kebutuhan cairan dan konsumsilah asupan cairan tambahan selama Anda dalam masa menyusui.

5. Bawalah bayi Anda berjalan-jalan sebentar keluar rumah agar Anda tidak bosan. Biasanya, variasi kegiatan bisa membuat rasa lelah berkurang.

6. Mintalah petunjuk dokter dalam aktivitas tertentu, seperti cara merawat luka bekas melahirkan, saat akan kembali rutin melakukan hubungan seks, dan ketika Anda akan mulai rutin berolahraga.

7. Batasi kedatangan saudara, teman, dan keluarga yang akan menjenguk agar Anda dan bayi dapat cukup beristirahat.

8. Pakailah losion atau krim khusus untuk memudarkan stretch mark.

9. Bila kaki Anda bengkak, posisikan kaki lebih tinggi untuk mengurangi bengkak.

10. Tidak perlu memaksakan diri untuk segera menurunkan berat badan.

11. Pakailah bra yang tepat untuk mengurangi sakit di daerah dada.

12. Gunakan krim khusus puting payudara untuk mengurangi sakit karena menyusui.

13. Tetaplah rutin memeriksakan diri ke dokter untuk memantau kesehatan pasca melahirkan.

14. Hindari konstipasi dengan makan makanan berserat dan cukup minum air putih.

15. Komunikasikan pada teman atau keluarga apabila Anda mengalami kesedihan pasca melahirkan (baby blues). Jika rasa sedih masih ada setelah lewat dari dua minggu, Anda dianjurkan berkonsultasi kepada dokter.

16. Jika terjadi sembelit atau wasir, disarankan untuk segera menghubungi dokter.

17. Luangkan waktu untuk diri sendiri agar Anda pun punya energi cukup untuk merawat bayi.


Anda harus memeriksakan diri untuk memastikan Anda tetap sehat dan mulai pulih. Hal-hal ini dapat Anda lakukan pada enam minggu setelah melahirkan :

1. Tes urine untuk memastikan tidak terjadi infeksi pada ginjal dan ginjal berfungsi dengan baik.

2. Periksakan bekas jahitan apabila Anda mendapatkan jahitan pada saat melahirkan.

3. Memastikan otot-otot yang digunakan pada waktu persalinan telah pulih.

4. Anda bisa mulai memilih dan menggunakan alat kontrasepsi.

5. Periksa berat badan untuk mengetahui apakah Anda sudah kembali ke berat badan ideal, sekaligus tetap mengatur pola makan sehat.

6. Konsultasikan kepada dokter jika Anda memiliki keluhan, seperti perasaan depresi, cemas, sakit saat berhubungan seks, atau sulit buang air kecil.

Melakukan perawatan pasca melahirkan tidaklah sulit, selama Anda melakukannya dengan tenang dan senang. Jangan lewatkan sesi perawatan ke rumah sakit karena di sini Anda bisa tanyakan apa pun mengenai proses pemulihan kepada dokter.



SEMOGA BERMANFAAT

Senin, 23 Januari 2017

Tips Memompa Asi Perah




Ibu menyusui yang sibuk dengan kegiatan di luar rumah tidak perlu khawatir, pemberian ASI ekslusif dapat dilakukan dengan memompa ASI yang lebih dikenal dengan ASI perah. Meskipun demikian ibu menyusui seringkali mengeluhkan cara memompa ASI yang kurang optimal sehingga ASI perah hanya sedikit. Padahal memompa ASI yang baik dan benar dapat dilatih sehingga ibu terbiasa memompa ASI. Bagaimana cara memompa ASI? 

Berikut ini adalah tips memompa asi perah :

1. Buatlah jadwal rutin memompa ASI disela aktivitas Anda

Anda dapat menciptakan rutinitas memompa payudara yang paling efektif. Ibu menyusui dapat memompa di tempat yang sama, misalnya pada ruangan yang sudah anda pilih di sela sela aktivitas kantor dan juga dengan peralatan yang sudah anda siapkan. Buatlah tubuh anda rileks, mulailah dengan minum air putih kemudian anda dapat memilih posisi nyaman duduk sebelum memompa ASI.

2. Cobalah Beberapa Menit Untuk Memijat Sebelum Memompa ASI

Mulailah pada bagian ketiak dengan menggunakan ujung jari tangan berlawanan arah, Anda dapat membuat lingkaran kecil di jaringan payudara pada satu tempat. Kemudian pindahkan tangan Anda sedikit demi sedikit dan melakukannya lagi pada bagian lainnya. Anda dapat memulai pada bagian sekitar payudara dan secara bertahap ke arah areola dalam pola spiral. Kemudian pijatlah bagian payudara lainnya.

Apabila aliran ASI melambat selama sesi memompa, anda dapat kembali memijat beberapa menit. Ini merupakan cara yang terbaik yang dapat dilakukan sehingga ASI perah banyak terkumpul. Beberapa ibu menyusui mengalami kondisi yang sulit ketika memompa ASI akan tetapi apabila terus dilakukan maka anda akan terbiasa dengan kegiatan ini. Kebanyakan ibu hamil menyerah sebelum ASI perah terkumpul, padahal ibu menyusui dapat memaksimalkan ASI perah yang terkumpul dengan cara memijat payudara sebelum memompa atau ketika sesi memompa terhambat.

3. Buat Pikiran Anda Tenang dan Rileks

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan minum beberapa gelas air sebelum benar memompa. Kemudian anda juga dapat  memvisualisasikan seakan dapat membayangkan aliran air gunung atau sungai yang mengalir ke arah laut sehingga membuat anda tenang dan rileks bahkan ibu hamil yang terburu buru memerah ASI dan mengalami tekanan cenderung sulit mengeluarkan ASI perah.

4. Gunakan perlengkapan Bayi Anda

Untuk membuat tubuh anda rileks dan mudah memompa ASI anda dapat menggunakan perlengkapan bayi anda. Ambilah baju atau perlengkapan bayi yang mengingatkan anda sehingga anda tidak berpikir sedang memompa ASI melainkan memberikan ASI secara langsung. Rasa yang tidak nyaman dan belum terbiasa membuat kesulitan ibu memerah ASI. Beberapa ibu yang memompa ASI merasa terbantu dengan wangi bayi yang khas atau pakaian bayi, bawalah ketika akan memompa ASI.

5. Mendengarkan Musik

Untuk meminimalkan gangguan saat memompa, cobalah mendengarkan musik. Anda dapat menikmati musik favorit Anda saat Anda memompa, atau mendengarkan suara alam yang menenangkan seperti suara laut, suara dedaunan, suara hujan ataupun beberapa musik klasik yang dapat membuat anda rileks. Selain itu aroma terapi dapat mendukung ibu memompa ASI lebih tenang dan rileks.

6. Cobalah dengan menggunakan Alat memompa ASI perah

Sedangkan bagi ibu menyusui yang bermasalah dengan puting, misalnya saja puting lecet atau mengalami masalah seperti sakit ketika ketika memompa ASI dengan tangan, maka anda dapat dengan menggunakan alat pompa yang membantu mengurangi rasa sakit ketika memompa ASI. Pastikan bahwa puting tidak bergesekan dengan flange saat Anda memompa.

7. Memompa lebih sering dapat merangsang produksi ASI

Bagi ibu menyusui yang bermasalah ketika memompa ASI, salah satunya ketika ASI yang diproduksi ibu sedikit anda tidak perlu khawatir. ASI akan meningkatkan produksinya apabila ibu sering memberikan langsung pada bayi untuk menyusu atau dengan memompa sesering mungkin. Lebih sering memompa. Ini lebih efektif merangsang produksi ASI daripada memompa lebih lama di setiap sesi.

8. Perbaiki cara memompa ASI

Apabila anda menggunakan pompa ASI maka anda dapat mengecek kembali sudah benarkah alat pompa payudara anda? Apakah Anda menempatkan pompa Anda dengan benar? Anda dapat membaca petunjuk pemakaian yang bisa digunakan sehingga tidak menyulitkan anda ketika menggunkaan alat pompa atau untuk sebagian lagi dari anda yang membeli langsung dari counter khusus perlengkapan bayi dapat bertanya langsung kepada perwakilan produsen cara penggunaannya yang benar.

9. Menggunakan Dua Pompa

Bagi kebanyakan wanita, dapat juga menggunakan kedua payudara pada saat yang sama, yaitu memompa dua, salah satu tips memompa payudara biasanya menghasilkan lebih banyak susu. Kadar prolaktin dalam darah juga lebih tinggi ketika Anda memompa kedua payudara secara bersamaan. Pompa listrik yang berkualitas adalah yang terbaik dan termudah untuk double-pompa, tetapi beberapa pompa payudara manual dapat dioperasikan dengan satu tangan.

10. Gunakan Pakaian yang nyaman untuk payudara

Salah satu tips memompa payudara yang membuat lebih mudah bagi ibu adalah berpakaian yang mendukung untuk mendapatkan kenyamanan ketika memompa. Ini paling mudah untuk memompa seperti itu termudah untuk perawat diam-diam jika Anda mengenakan atasan longgar yang dapat ditarik dari bawah. Anda dapat menggunakan blus atau menggunakan kancing pakaian kancing depan sehingga membuat anda lebih nyaman. Selain itu untuk menjaga baju anda tetap bersih, anda dapat bersandar sehingga anda tetap memompa.Hal ini akan mencegah susu menetes pada pakaian Anda.

11. Posisi memompa yang membuat anda nyaman

Cobalah bersandar ke meja atau meja yang mempunyai sandaran pompa, menggunakan tepi furnitur dan satu tangan untuk memegang  pompa payudara Anda. Anda akan memiliki kebebasan untuk mengubah posisi anda sesuai yang anda inginkan, terpenting adalah buatlah diri anda rileks. Sebagian ibu yang memompa payudara di kantor dapat menggunakan tumpuan atau buku tebal untuk meningkatkan lutut, sehingga Anda dapat menyimpan botol susu di dalam pangkuan anda.

Dengan demikian ibu yang memiliki aktivitas di luar rumah dapat tetap memberikan ASI eksklusif kepada bayi dengan memberikan ASI perah. Beberapa tips di atas dapat membantu anda untuk memberikan ASI perah dan menyediakan cadangan ASI perah. Selain itu, anda perhatikan pula beberapa hal yang dapat anda lakukan sebelum memompa ASI perah, mencuci tangan menggunakan sabun, kemudian mengompres payudara dengan menggunakan handuk lembut yang hangat, menyiapkan wadah untuk ASI perah, memijat sehingga membuat anda rileks. Itulah panduan yang dapat mendukung anda memberikan ASI ekslusif meskipun anda sibuk dengan rutinitas kantor.




SEMOGA BERMANFAAT