Jumat, 09 Juni 2017

Gerakan Senam Ibu Hamil 8 Bulan di Rumah




Gerakan Senam Ibu Hamil saat usia kehamilan 8 bulan, dilakukan untuk mengisi kegiatan saat di Rumah. Pada usia kehamilan ini, biasanya mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Apabila tidak melakukan aktifitas, tentu akan menimbulkan rasa bosan bahkan depresi pada ibu hamil. Hal ini tentu sangat tidak baik untuk kesehatan janin dan calon ibu.

Untuk mengisi waktu luang tersebut, tidak ada salahnya anda melakukan senam hamil sederhana di dalam rumah. Selain untuk menghindari depresi, senam hamil akan melatih otot-otot panggul dan otot-otot di sekitar vagina, sebagai persiapan saat persalinan. 

Beberapa gerakan sederhana Senam Ibu Hamil, yang bisa anda lakukan adalah sebagai berikut :

Hands and back up train
  • Gerakan senam ini diawali dengan mengangkat lengan lurus di atas kepala, telapak tangan saling berhadapan. Dan tahan posisi ini selama 20 detik.
  • setelah 20 detik Regangkan kedua lengan selebar mungkin.
  • Lakukan gerakan ini berulang 5 kali

Hip
  • awali gerakan senam dengan berbaring telentang dengan posisi lutut ditekuk,
  • Tarik napas melalui hidung dan kencangkan otot bagian perut dan bokong (seperti akan mengejan)
  • Tahan selama aktivita ini selama 5 detik dan hembuskan nafas, dengan rileks
  • Lakukan Gerakan Senam Ibu Hamil ini sesering mungkin, saat usia kehamilan 8 bulan.

Mencium Lantai
  • Gerakan Senam Hamil ini dilakukan untuk memperbaiki posisi bayi agar kepala bayi mengarah panggul pada bayi sungsang. Dan bisa dilakukan saat usia kehamilan 6
  • Metode ini biasanya cocok untuk usia 6 bulan hamil bulan.
  • Awali gerakan dengan berjongkok, dan kemudian membungkuk secara perlahan dampai hampir mencium tanah. Tahan posisi ini selam 10 detik.
  • Setelah anda mampu mencium tanah, kembali ke posisi semula.
  • Lakukan gerakan ini sesering mungkin, sampai posisi bayi benar.

Ketiga Gerakan Senam Ibu Hamil saat kehamilan tua seperti diatas yang bisa membuat pikiran Anda menjadi rileks kembali, dan lebih siap menjalani persalinan normal. Namun, apabila karena suatu kondisi dokter menyarankan anda untuk tetap beristirahat (bedrest), karena pendarahan, ketuban bocor ataupun kondisi lain yang menyebabkan kondisi kehamilan berisiko. Maka Senam hamil yang paling sederhana sekalipun, sebaiknya jangan anda lakukan.

Ringkasan :
  1. Gerakan Senam Ibu Hamil saat usia 8 bulan tidak dengan gerakan yang terlalu menguras tenaga.
  2. Gerakan Hands and back up train, Hip, Mencium Lantai bisa dilakukan saat usia kehamilan 6 – 8 bulan.



SEMOGA BERMANFAAT

Senin, 05 Juni 2017

Cara Jitu Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir




Banyak orang tua bayi baru lahir, terutama yang baru saja memiliki bayi cenderung merasa khawatir tentang bagaimana cara merawat tali pusar bayi. Ada begitu banyak mitos yang berkembang tentang cara perawatan tali pusar bayi yang semakin membuat para orang tua baru tersebut menjadi dilema dan bingung. Lantas seperti apakah cara perawatannya? Simak ulasannya berikut ini.


Tali pusar ialah pemghubung antara ibu dan janin yang tumbuh di dalam rahim ibu. Peranannya cukup vital karena menjadi jembatan untuk memberikan pasokan nutrisi dari ibu selama janin masih berada di dalam kandungan. Tak hanya nutrisi saja namun juga oksigen dan sistem pembuangan pada janin pun juga melalui tali pusar. Saat bayi dilahirkan, tali pusar tak lagi digunakan untuk mensuplai kebutuhan bayi sehingga harus dipotong dan kemudian dijepit dengan penjepit khusus segera setelah bayi dilahirkan. Karena tidak terdapat saraf pada tali pusar, sehingga bayi tidak akan merasa sakit saat dilakukan pemotongan.


Merawat tali pusar bayi memang susah - susah gampang serta perlu perawatan yang teliti dan hati – hati. Pada umumnya tali pusat bayi baru lahir setelah di potong akan mengering dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 3 minggu setelah lahir. Namun sangat penting untuk memberikan perawatan yang tepat hingga tali pusar cepat mengering dan tidak menimbulkan infeksi serius.


1. Jaga agar tetap bersih

Meski tali pusar bayi dapat kering dan terlepas dengan sendirinya, namun orang tua perlu merawatnya supaya tetap dalam keadaan yang bersih. Selain mempercepat proses pengeringan juga agar terhindar dari kemungkinan timbulnya infeksi. Bersihkan dengan alkohol di area sekitar pusar, perhatikan sebelum menggunakan alkohol oleskan perut bayi dengan lotion terlebih dahulu. Hal ini karena alkohol dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi dan membuat bayi rewel.

2. Jaga agar tetap kering

Tali pusar bayi yang lembab akan membuatnya lebih lama terlepas sehingga akan membutuhkan perawatan yang lebih lama juga. Karenanya disarankan untuk membuat sirkulasi udara di bagian tali pusat dapat terjaga dengan baik. Dan jika menggunakan popok bayi usahakan tali pusat tidak tertutup popok agar terhindar dari kelembaban. Bila perlu gunakan popok sekali pakai yang berbahan tipis dan biarkan mendapat udara agar tali pusat cepat mengering.

3. Jangan mandikan dalam bak penuh air

Sebelum tali pusat kering dan lepas dengan sendirinya usahakan jangan memandikan bayi dalam bak mandi penuh air. Gunakan saja waslap atau spons mandi khusus bayi, alasmandikan bayi di tempat khusus yang telah di berbayidi dan aman untuk bayi. Hal ini karena air dapat membuat tali pusat lembab dan mudah terkena infeksi, seperti demam.

4. Biarkan lepas dengan sendirinya

Meskipun tali pusar bayi tinggal seutas benang saja perlu diingat bahwa jangan sekalipun pernah mencoba untuk menariknya baik sengaja atau tidak. Sebab bila tali pusat terlepas sebelum waktunya hal tersebut dapat mengakibatkan pendarahan di bagian tersebut. Dan tentu akan membuat bayi menangis kesakitan. Pada kasus yang lebih parah hal tersebut dapat menyebabkan kondisi yang dapat mengakibatkan kematian pada bayi baru lahir.


Bayi umumnya memang memiliki suhu tubuh yang lebih hangat namun perlu diwaspadai jika suhu tubuh bayi menjadi lebih tinggi dari biasanya. Ibu juga harus lebih tanggap dan waspada terhadap segala kemungkinan penyebab suhu tubuh bayi yang meningkat termasuk karena tali pusat. Ada beberapa kondisi tali pusar yang menunjukan perlunya perawatan secara khusus dari dokter atau bidan terdekat. Berikut diantaranya :

1. Kulit perut disekitar tali pusar menjadi merah dan terlihat membengkak.
2. Demam lebih hingga lebih dari 38 derajat celcius.
3. Mengeluarkan nanah dan berbau tidak sedap.
4. Terjadi pendarahan terus menerus yang tak kunjung berhenti.
5. Bayi terlihat kesakitan hingga menangis teeus menerus bahkan meski tidak disentuh sekalipin. Bila tanda – tanda infeksi tak kunjung mereda sebaiknya orang tua segera membawa bayi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan yang lebih tepat. Hal tersebut bisa jadi merupakan tanda dari sebuah infeksi tali pusat yang dapat mengancam keselamatan bayi baru lahir yang dalam dunia medis disebut sebagai omohalitis. Infeksi ini harus segera mendapat perawatan yang tepat agar tak membahayakan nyawa bayi.


Bila tali pusat sudah benar – benar kering dan akhirnya terlepas atau seringkali disebut puput, jangan berhenti membersihkannya. Bersihkan selalu seluruh bagian pusar, terutama saat memandikan bayi. Gunakan sabun khusus bayi, bersihkan perlahan agar tak menyakiti bayi kemudian keringkan segera. Keringkan dengan baik dan benar seluruh permukaan pusar agar tak membuat pusar mwnjadi lembab. Kelembaban sangat disukai kuman – kuman penyebab bakteri. Jika terjadi pelengketan cukup bersihkan dengan air hangat atau alkohol 70%.

Umumnya tali pusat yang masih baru dipotong akan berwarna pucat dan terlihat basah. Seiring dengan perawatan yang diberikan akan membuat tali pusat mengering dengan sempurna. Perlu waktu setidaknya 1 hingga 3 minggu agar tali pusat mengering dan terlepas sendiri, dan saat mengering tali pusat akan berwarna coklat kehitaman. Bersihkan setiap hari agar mencegah kemungkinan munculnya jamur dan menyebabkan infeksi. Jangan pernah sekali pun mengutak – atik tali pusar yang telah mengering ini. Bila tali pusat belum juga terlepas hingga minggu ke empat setelah lahir maka orang tua perlu mewaspadai hal ini dan segera membawa bayi ke dokter atau bidan terdekat.




SEMOGA BERMANFAAT 

Minggu, 04 Juni 2017

Khasiat Akupuntur Untuk Tahap Kehamilan




Kehamilan merupakan salah satu saat paling membahagiakan bagi wanita. Selama periode ini, seorang wanita hamil perlu tetap fit dan sehat. 

Akupuntur merupakan salah satu metode yang bisa dipertimbangkan untuk menjaga kehamilan tetap sehat. Akupuntur dikenal memudahkan proses persalinan dan memungkinkan Anda tetap santai saat menjalani kehamilan.


Jawabannya adalah ya, karena akupuntur merupakan satu jenis pengobatan alternatif yang tidak melibatkan pemberian obat. Akupuntur bisa digunakan dalam setiap tahap kehamilan dan membantu mengurangi segala keluhan yang muncul selama kehamilan.

Akupuntur menggunakan jarum kecil dan tipis untuk merangsang aliran darah ke rahim yang dengan demikian menyediakan lebih banyak nutrisi dan oksigen bagi bayi. Menurut penelitian, menerima akupuntur seminggu sekali pada bulan terakhir kehamilan dapat mengurangi rasa sakit selama proses persalinan.

Satu sesi terapi umumnya berlangsung selama sekitar 45 menit dan dijamin bebas rasa sakit. Beberapa manfaat akupuntur untuk berbagai tahapan kehamilan adalah sebagai berikut :

Trimester Pertama

Pada tahap pertama kehamilan, akupuntur mengurangi berbagai keluhan seperti mual, muntah, dan migrain. Akupuntur diyakini meningkatkan produksi darah, menghilangkan racun dari tubuh, serta membuat ibu hamil lebih rileks.

Trimester Kedua

Pada trimester kedua, seorang wanita hamil mengalami banyak perubahan dalam tubuh akibat pertumbuhan bayi. Hal ini menyebabkan nyeri punggung serta keluhan lain. Pada tahap ini, akupunktur memberikan bantuan meredakan nyeri ulu hati, wasir, kecemasan, dan depresi.

Trimester Ketiga

Akupuntur tetap menguntungkan sampai tahap terakhir kehamilan. Pada tahap ini, akupunktur membantu mengatasi gejala nyeri punggung, linu panggul, nyeri sendi, dan mempersiapkan wanita hamil menjalani persalinan.


Akupuntur mengurangi rasa sakit saat memasuki proses persalinan.
Akupuntur mampu mengkondisikan seorang ibu hamil agar mampu bersalin lebih mulus dan dalam waktu lebih singkat.
Akupuntur juga membantu menginduksi persalinan dalam kasus persalinan yang terlambat.


Akupuntur efektif membantu seorang wanita untuk memulihkan kondisi setelah persalinan.
Terapi ini juga membantu mengatasi masalah menyusui dan depresi postpartum.




SEMOGA BERMANFAAT

Jumat, 02 Juni 2017

Cara Mengatasi Skoliosis pada Ibu Hamil




Skoliosis atau kelainan tulang belakang bengkok atau melengkung pada ibu hamil akan mempengaruhi kenyamanan kehamilan. Namun, skoliosis bisa Anda cegah dengan memenuhi kebutuhan gizi dengan baik dan seimbang. 

  • Tidur di atas kasur yang tidak terlalu lunak. Bukan berarti harus keras, melainkan yang dapat mengakomodasi kontur tubuh kita, khususnya bentuk tulang belakang yang khas.
  • Bila duduk usahakan bagian telinga, bahu dan pinggul dalam keadaan tagak lurus. Bila perlu, daerah pinggul diganjal bantal kecil. Kedua paha harus sejajar dengan lantai.
  • Dalam keadaan berdiri, usahakan telinga, bahu, lengan, pinggul dan lutut berada dalam satu garis lurus. Lutut menghadap ke depan dan tarik perut kea rah dalam. Bila harus berdiri cukup lama, tumpangkan salah satu kaki di atas sebuah bangku pendek. Lakukan bergantian dengan kaki yang lain.
  • Saat akan mengangkat barang, jangan langsung membungkuk. Sebagian lutut harus ditekuk, baru angkat barang dengan posisi.tubu menghadap barang tersebut. Sesuaikan kekuatan yang kita keluarkan dengan perkiraan berat barang.
  • Rutin melakukan latihan untuk memperkuat otot-otot tulang belakang, dan berolahraga, misalnya berenang.


  1. Terapi non medis boleh dilakukan, asal di bawah pengawasan pakarnya. Juga, hanya untuk mengurangi keluhan atau resiko timbulnya nyeri, bukan untuk koreksi bentuk tulang belakang. Dengan kata lain, efektivitas untk koreksi pada terapi non medis belum terbukti secara ilmiah. Target skoliosis terkoreksi lewat tindakan operasi saja, kurang lebih 50%.
  2. Tidak harus operasi Caesar. Ibu hamil dengan skoliosos umumnya bisa melahirkan secara spontan alami. Bila ternyata harus melahirkan lewat operasi, mungkin ada pertimbangan lain yang tidak terkait langsung dengan skoliosis, misalnya rongga panggul sempit. Bila skoliosisnya ke lumbal 5, maka tidak bisa dilakukan bius epidural, jadi harus bius umum.




SEMOGA BERMANFAAT

Kamis, 01 Juni 2017

Cara Meningkatkan Rasa Nyaman Ibu Hamil Saat Mandi




Mandi adalah moment dalam kegiatan sehari hari yang banyak di sukai oleh ibu hamil, apalagi ketika kehamilan memasuki trimester ke tiga. Dimana rasa gerah selalu saja muncul dan keringat menjadi berlebihan.

Bayangkan Anda mandi berendam air hangat dan busa yang lembut, pasti tubuh Anda menjadi terasa begitu santai. Semua ketegangan sepanjang hari langsung serasa lumer oleh hangatnya air dan lembutnya busa mandi.  Atau mungkin Anda mandi dengan menggunakan Shower saat air hangat mengalir dan menyentuh kepala dan badan Anda, itulah saat yang sangat menenangkan.

Nah ternyata moment mandi ketika masa kehamilan merupakan moment yang asyik yang bisa Anda gunakan juga sebagai sarana untuk “re-programming” pikiran bawah sadar untuk melahirkan dengan mudah, lancar, nyaman dan menyenangkan lho.


1. Suhu

Hal pertama yang utama yang harus diperhatikan adalah sebaiknya Anda menghindari mandi dengan air yang terlalu panas kenapa? Karena ketika air yang Anda gunakan terlalu panas, itu arti bahwa suhu tubuh Anda meningkat, dan ini dapat mengirim sinyal ke bayi Anda bahwa ada sesuatu yang salah seperti demam atau infeksi. Selain itu, ini akan mempengaruhi suhu di dalam rahim Anda. 

Jika Anda tidak dapat menikmati waktu Anda atau tidak mandi selama lebih dari beberapa menit karena Anda mandi dengan air dingin dan Anda tidak menikmati itu, berarti tujuan relaksasi tidak tercapai. Jadi kuncinya, seperti biasa, adalah kenyamanan. 

Mandilah dengan air yang paling nyaman suhunya bagi Anda dan tubuh Anda, hangat mungkin bisa jadi pilihan bijak, bagi Anda yang tidak suka mandi dengan air dingin, yang terpenting adalah dimana Anda bisa bersantai dengan nyaman dan bisa merilekskan otot yang tegang dan juga pikiran yang penat sepanjang hari.

2. Jumlah air

Jika anda mandi dan berendam di air hangat di sebuah bath up, ada baiknya sebagian besar perut Anda terendam dengan baik, agar Anda benar benar merasakan sensasi relaksasi luar biasa di dalam tubuh Anda.

3. Pentingnya Aroma Therapy dan Produk Mandi yang Alami

Kebanyakan orang tidak tahu bahwa organ terbesar dalam tubuh adalah kulit. Kulit itu hidup, memperbaharui, menyerap, dan mengusir organisme dan bakteri yang merugikan. Kulit itu bernafas dan menyerap. Berarti Anda harus memikirkan kualitas bahan yang Anda gunakan untuk mandi. Dimana sebisa mungkin carilah bahan yang alami yang tidak membebani kulit dengan bahan bahan kimia.

Anda bisa juga menggunakan atau membuat sendiri sabun mandi yang alami. Dan ingat bahwa aroma yang dihasilkan pada produk sabun mandi juga dapat membantu merilekskan tubuh, jadi gunakan aroma aroma yang lembut dan menenangkan. Anda juga bisa menambahkan minyak essensial ke dalam air mandi Anda seperti geranium/ mawar dan lavender sangat menenangkan dan aman untuk semua (hanya 10 tetes).

4. Jangka Waktu

Untuk moment ini Anda bisa mandi dengan jangka waktu yang cukup lama, sambil mendengarkan musik yang menenangkan, sambil melamun bahkan sambil membayangkan proses persalinan yang nyaman dan tenang.

Apalagi jika Anda typenya visual Andapun bisa meletakkan atau menempel tulisan tulisan yang berisi sugesti positif di kamar mandi Anda, sehingga Anda bisa melihat, membaca, meresapi, menghayati, melamunkannya, membayangkannya.

5. Reprogramming

Jika Anda memiliki CD, relaksasi atau meditasi Anda dapat mendengarkan saat Anda berendam di bath menenangkan Anda. Berlatih relaksasi Anda dapat lebih mudah dalam air hangat terutama ketika Anda mulai dengan program ini. Visualisasi dan self hypnosis menjadi lebih dan lebih kuat dengan pengulangan. Menggunakan CD relaksasi secara teratur ketika Anda mandi meningkatkan kedalaman pemrograman ulang Anda, dan mandi sendiri menjadi “penanda” untuk relaksasi Anda




SEMOGA BERMANFAAT

Selasa, 30 Mei 2017

Tips Jitu Mempersiapkan Operasi Caesar




Dalam melakukan proses persalinan, ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai rencana yang diharapkan. Gangguan lainnya akan timbul bersamaan dengan proses persalinan tersebut. Terkadang terjadinya gangguan itu mengakibatkan ibu tidak dapat melahirkan dengan normal. Contohnya posisi sang bayi sungsang, tentunya hal itu sangat beresiko apabila melakukan persalinan normal. Biasanya dokter segera memutuskan untuk melakukan persalinan secara caesar. 

Operasi caesar ialah suatu proses kelahiran atau proses keluarnya bayi dari dalam rahim sang ibu tanpa melewati jalan lahir, akan tetapi melalui pembedahan pada perut dan rahim sang ibu. Asal mula operasi caesar sangat popular oleh penguasa Romawi yaitu Julius Caesar yang ternyata ia dilahirkan secara pembedahan, pada saat jaman Romawi semua wanita yang telah meninggal dunia saat ia melahirkan, perut wanita itu harus segera dioperasi demi menyelamatkan bayinya. Pada jaman itu, alasan medis sangat berpengaruh dibandingkan permintaan pasien.

Sekarang ini proses persalinan caesar banyak dilakukan dengan berbagai alasan, ada yang melakukanya dengan alasan medis dan persalinan caesar yang direncanakan. Operasi caesar yang telah direncanakan sebelumnya ini, biasanya ibu tidak perlu menunggu kontraksi seperti halnya kelahiran normal. Operasi caesar tersebut pada umumnya berjalan selama 1 jam. 

Hal yang diperhatikan saat operasi caesar jika terjadinya post partumhaemorrhage (PPH) atau pendarahan yang sangat banyak lebih dari 500 ml, yang dikarenakan pengirisan dinding uterus. Ibu yang sedang hamil memang akan mengalami pendarahan hebat, namun biasanya pendarahan ini tidak dalam jumlah berlebih. Apabila terjadi hal tersebut maka segera lakukan tranfusi darah. Jika kehamilan anda memasuki 9 bulan, maka anda dokter anda akan memberi tahu proses persalinan dilakukan secara normal atau secara operasi. Oleh karena itu akan timbut perasaan yang kurang nyaman, tidur tidak nyenyak, dan kecemasan lainnya.


1. Tetap menjaga komunikasi yang baik dengan dokter. Jika anda sudah setuju melakukan persalinan secara caesar, komunikasikan segala sesuatunya dengan dokter anda. Jangan sungkan untuk berkeluh ataupun mendiskusikan kesehatan anda pada dokter.
2. Mempersiapkan perlengkapan yang hendak di bawa ke rumah sakit. Jika anda telah merencanakan persalinan secara caesar, biasanya tanggal persalinan telah direncanakan. Oeh sebab itu, persiapkan barang-banrang yang dibutuhkan ibu dan bayi pada saat di rumah sakit nanti.
3. Biaya rumah sakit. Persiapkan biaya ekstra jika anda dan pasangan anda memilih persalinan secara caesar. Biaya persalinan secara caesar memakan biaya yang lebih mahal dari biaya persalinan normal. Namun besar kecilnya biaya, tergantung dari rumah sakit dan kamar inapnya sendiri.
4. Diskusikan dengan dokter anda mengenai rasa sakit. Perlu anda ketahui bahwa rasa sakit pasca melahirkan caesar sangat terasa dibandingkan degan persalinan normal. Jahitan bekas persalinan caesar pun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sembuh. Sehingga, siapkan mental, psikis, dan juga kondisi tubuh agar tetap fit. Selain itu bahas rasa sakit yang ditimbulkan setelah operasi dengan pasangan dan keluarga anda untuk meringankan beban psikis pada ibu yang telah melahirkan secara caesar.
5. Buatlah kenyamanan pada rumah anda. Demi menyambut sang buah hati yang akan lahir, ada baiknya anda mengatur dan membereskan rumah anda sebelum dia lahir. Karena, setelah ibu melakukan persalinan caesar, gerak tubuh ibu sangat terbatas.




SEMOGA BERMANFAAT

Senin, 29 Mei 2017

Tips Jitu Mengatasi Milk Blister




Pemberian ASI ekslusif atau memberikan di 6 bulan pertama kelahirannya sangat disarankan karena akan membantu tumbuh-kembang secara optimal. Selain itu secara psikis sangat membantu untuk menjaga hubungan batin antara ibu dan anak. Meskipun demikian dalam proses menyusui seringkali ibu mengalami kendala, salah satunya membagi waktu dengan pekerjaan, bayi menolak ASI, atau masalah yang dihadapi oleh ibu menyusui.

Milk blister adalah salah satu masalah yang seringkali dihadapi oleh ibu saat menyusui. Ditandai dengan adanya bintil putih pada seperti jerawat yang mengganggu proses menyusui. Mengapa dapat terjadi milk blister dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini adalah penjelasan milk blister.


Milk blister terjadi apabila puting mengalami lecet sehingga secara alami akan membentuk kulit baru. Dalam proses ini terdapat sisa ASI yang akhirnya menutupi pori-pori yang menyebabkan saluran ASI tertutup. Terlihat menyerupai bintil putih (jerawat) yang ditandai dengan rasa sakit yang tidak tertahankan pada area tersebut. Sakit tersebut ditimbulkan karena saluran ASI yang tersumbat dan tidak menemukan jalan keluar saat bayi menyusu.


Penyebab terjadinya milk blister dapat dipicu karena terjadinya penyumbatan ASI. Kondisi ASI yang melimpah ataupun tekanan di area tertentu sehingga mengakibatkan terjadinya milk blister. Sedangkan faktor penyebab ke dua adalah pelekatan yang tidak sempurna sehingga ketika bayi ketika mengisap menyebabkan saluran tidak lancar. Sedangkan faktor terakhir dapat disebabkan karena cara menghisap dan masalah lidah yang lebih disebabkan karena faktor kondisi bayi. Salah satu masalah lidah yang sering menyebabkan milk blister adalah tongue-tied pada bayi.


Ibu menyusui yang mengalami milk blister secara kondisi fisik sehat tidak mengalami demam ataupun perubahan suhu tubuh. Ibu menyusui merasakan sakit pada area yang terjadi bintil putih, rasa sakit yang ibu alami akan berbeda-beda tergantung waktu lamanya bintil putih itu mengganggu proses menyusui. Ibu menyusui sampai tidak dapat menahan rasa sakit sehingga seringkali dapat mengganggu proses menyusui.


Untuk mencegah agar ibu menyusui tidak mengalami milk blister maka dapat membersihkan dengan menggunakan handuk kecil pada area payudara sehingga tidak ada sisa sisa ASI. Kemudian belajar untuk melekatkan posisi menyusui bayi, terlebih bagi anda yang baru saja mempunyai anak pertama. Mungkin anda sering kaku sehingga membutuhkan pengetahuan dan berbagi mengenai proses menyusui. Anda dapat bergabung dengan beberapa forum kesehatan termasuk mengenai menyusui.


Bagi anda yang mengalami milk blister. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan sehingga dapat meringankan rasa sakit yang dialami oleh ibu menyusui :

1. Menggunakan Air Hangat

Gunakan air hangat untuk dapat melancarkan kembali proses penyumbatan yang terjadi pada pemberian ASI. Anda dapat mengompres hangat tiap kali anda telah memberikan ASI. Anda lakukan secara teratur. Apabila di butuhkan anda dapat mengompres menggunakan larutan garam untuk membantu membuka pori yang tersumbat.

2. Membersihkan sisa ASI yang menghambat

Anda dapat membersihkan pada area yang mengalami milkblister dengan menggunakan handuk kecil. Anda dapat menggunakan bantuan medis sehingga dapat menggunakan jarum yang steril. Umumnya dilakukan setelah anda berkonsultasi dan menggangu kenyamanan proses menyusui anda maka dokter akan membersihkan bagian yang terkena milk blister kemudian menggunakan hangat untuk mengompres dan menggunakan jarum untuk menggangkat sumbatan hingga dapat kembali membuka saluran ASI.

3. Tetap memberikan ASI

Anda dapat tetap memberikan ASI dengan menggunakan pompaASI. Anda dapat memulai dari menyediakan ASI dengan pompa dari ASI yang terhambat kemudian di kompres dengan air hangat.

Dengan demikian bagi ibu menyusui, beberapa masalah yang terjadi pada kondisi fisik ketika menyusui sebaiknya segera diketahui penyebab dan penanganannya agar tidak menghambat proses menyusui untuk bayi anda. Dengan proses menyusui (minimal memberikan ASI ekslusif), maka bayi anda tumbuh-kembang dengan optimal.




SEMOGA BERMANFAAT 

Minggu, 28 Mei 2017

Cara Jitu Menghindari Nyeri Ligamen Perut Bawah Ibu Hamil





1. Masukkan latihan peregangan ke dalam rutinitas Anda sehari-hari. Agar aman untuk Anda dan bayi Anda, bicarakan dengan dokter saat Anda ingin menambahkan bentuk latihan fisik apa pun.
  • Latihan peregangan yang biasa direkomendasikan adalah berlutut, dengan tangan dan lutut menyentuh lantai. Lalu, tundukkan kepala ke lantai, dan angkat/naikkan pantat Anda.
  • Latihan pelvic tilt, hip hiker, dan latihan berlutut juga dapat membantu.

2. Pelajari yoga khusus masa kehamilan. Gerakan-gerakan yoga tertentu direkomendasikan untuk membantu mengatasi nyeri pada ligamen perut bawah. Dua pose yang biasanya direkomendasikan adalah cat cow dan savasana.
  • Untuk melakukan pose cat cow, berlututlah dengan kedua tangan dan kaki, dengan posisi jari-jari tangan dan kaki terbuka lebar serta mengarah ke depan. Tarik napas dan lengkungkan punggung Anda ke atas, kemudian tundukkan kepala dan turunkan pinggul. Hembuskan napas, turunkan perut ke arah lantai, dan naikkan pantat ke atas untuk meregangkan ligamen. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
  • Posisi savasana sering digunakan sebagai pose relaksasi akhir dalam rangkaian gerakan yoga. Untuk melakukan pose ini, berbaringlah meringkuk ke arah samping seperti posisi janin di dalam rahim, dengan salah satu lengan menopang kepala Anda, atau juga dapat menggunakan sebuah bantal. Gerakan ini dilakukan dengan posisi badan menyamping ke sebelah kiri pada masa kehamilan, dengan mengapit bantal di antara kaki Anda untuk mengurangi tekanan dari punggung di bagian belakang.

3. Gunakan bantal. Jepitlah sebuah bantal di antara lutut Anda dan di bawah perut bawah saat berbaring dan/atau tidur, untuk membantu mengurangi tekanan dari area ligamen. Menjepit bantal di antara kedua lutut juga membuat Anda merasa nyaman.

4. Hindari duduk atau berdiri terlalu lama. Duduk atau berdiri terlalu lama tanpa istirahat dapat menambah tekanan pada ligamen yang sedang membesar dan meregang. Jika suatu pekerjaan atau mata kuliah menuntut durasi waktu berdiri atau duduk yang terlalu lama, cobalah ambil waktu rihat sesering mungkin dan beristirahatlah.
  • Ambil langkah-langkah yang cocok untuk Anda agar merasa nyaman saat duduk. Jika memungkinkan, gunakan bangku yang posisinya dapat disesuaikan selama masa kehamilan Anda, dan usahakan untuk tidak menyilangkan tungkai Anda saat duduk.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan bantal atau alas duduk yang sesuai dengan tubuh Anda, untuk menopang panggul dan membantu menjaga postur tubuh yang baik.

5. Perhatikan postur tubuh Anda. Jangan silangkan tungkai atau menggerakkan pinggul Anda ke depan. Apalagi, seriring dengan beban panggul Anda yang semakin bertambah berat, kemungkinan besar Anda akan mengalami nyeri pada ligamen perut bawah.

6. Minumlah banyak-banyak air. Tetap menjaga hidrasi pada masa kehamilan membantu tubuh Anda sehat, sekaligus meregangkan ligamen dan otot. Asupan cairan yang cukup juga membantu Anda terhindar dari masalah-masalah tertentu seperti sembelit dan infeksi kandung kemih.

7. Gunakan alat bantu penyangga panggul. Ikat pinggang khusus kehamilan atau alat bantu penyangga panggul dapat dikenakan seperti pakaian dalam dan tidak terlihat dari luar. Alat ini membantu menyangga rahim, panggul, dan ligamen, serta menopang punggung Anda.

8. Bekerjasamalah dengan seorang terapis fisik. Terapi fisik pada masa kehamilan juga dapat membantu meredakan nyeri pada ligamen perut bawah. Terapis fisik memiliki pengetahuan lebih dalam mengenai sistem musculoskeletal dan dapat merekomendasikan aktivitas latihan serta peregangan yang sesuai dan aman untuk dilakukan pada masa kehamilan.




SEMOGA BERMANFAAT 

Jumat, 26 Mei 2017

Pedoman Saat Mengikuti Kelas Prenatal Birth






Yoga bukanlah hanya sekedar menggerakkan, atau bahkan melipat lipat tubuh saja, tetapi yoga adalah sebuah filosofi saat dimana pola pikiran sehari-hari kita, beserta dengan seluruh keinginan, rasa kuatir, rasa takut dan kebingungan yang kita miliki akhirnya hilang. Yoga merupakan cara untuk mengatakan bahwa pada saat kita menyatu dengan diri sejati kita yang sebenarnya, kita akan mulai mengerti tentang siapa diri kita dan tujuan keberadaan kita, dan yoga adalah belajar tentang mindfulness, dimana gerakan yang dilakukan bukan sekedar ingin “show off” namun gerakan yang penuh dengan filosofi dan kesadaran serta kelembutan dan kasih sayang.

2. Lakukan saja apa yang terasa benar

Maka Anda akan mendapatkan hasil yang optimal walaupun ibu hamil tersebut baru memulainya bahkan hanya beberapa minggu latihan yoga menjelang persalinanprenatal gentle yoga tetap dapat menjadi persiapan fantastis untuk kelahiran bayi mereka, asalkan itu di bawah bimbingan seorang guru yang terlatih dan bahwa mereka mampu mendengarkan tubuhnya, hanya melakukan gerakan yang nyaman. Karena kondisi setiap ibu hamil sangatlah berbeda satu sama lain.

3. Fokus pada melepaskan 

Sekarang adalah waktu untuk membiarkan tubuh ibu hamil “menyerah”, dan untuk melembutkan otot/fisik sebagai mempersiapkan mereka untuk kelahiran bayi Anda. Pikiran ibu hamil seharusnya sepenuhnya hadir hanya untuk latihan, matikan alat komunikasi dan “berkomunikasilah” hanya dengan tubuh anda dan bayi yang ada di dalam kandungan Anda. Fokuskan “Kedalam” seluruh perhatian anda pada latihan, jangan berbicara pada saat berasanas (termasuk pikiran yang terus mengobrol, hentikan dengan cukup mengatakan DIAM & TENANG! pada pikiran anda). Buka mata saat anda masih belajar pose dan tutuplah mata saat anda sudah hafal latihan/posenya (agar perhatian lebih berfokus pada gerakan, nafas, pelenturan dan aktifitas yang terjadi di tubuh anda).

4. Tetap tenang

Selama kehamilan, suhu tubuh meningkat , sehingga ibu hamil akan merasa lebih panas dari biasanya. Hindari melakukan yoga dalam lingkungan yang panas . Berlatihlah dalam lingkungan yang nyaman dengan udara segar dan bersih, tidak berasap, berbau dan tidak ada aliran udara kencang masuk kedalam ruangan. Beralaskan matras yoga atau karpet (tidak ditempat tidur/kasur yang empuk), tidak juga dalam kondisi tanpa alas (tidak langsung di atas lantai).

5. Mengurangi gangguan potensial

Misalnya, telepon, Aksesoris seperti jam tangan, kacamata, kalung, gelang-gelang, dll. buka jika dirasa mengangu latihan anda atau orang lain. Usahakan sebelum latihan, TUBUH dalam kondisi bersih dan sejuk, mandi sebelum melakukan latihan yoga sangatlah disarankan. Gunakan PAKAIAN yang longgar, berbahan menyerap keringat, tidak licin dan nyaman untuk bergerak. Jangan melakukan asana atau gerakan Yoga saat perut kenyang/penuh. Kuku jari tangan dan kaki dijaga agar selalu pendek dan bersih.

6. Luangkan waktu pemanasan

Lakukan gerakan gerakan yang dapat Menghangatkan tubuh Anda setidaknya lima menit. Berjalan-jalan, menggerakkan anggota tubuh Anda , melonggarkan sendi Anda sedikit dan pemanasan otot anda

7. Pernapasan

Adalah kunci paling penting dalam berlatih yoga. Selama kehamilan khususnya, kemudahan, kelembutan dan kedalaman napas adalah yang pertama dan yang terpenting Anda harus sadar akan nafas tersebut. Ibu hamil yang bernafas dalam dengan penuh kesadaran selama melakukan prenatal gentle yoga dapat menjadi benar-benar hadir dalam tubuh mereka dan terhubung dengan janin mereka. Melalui pernapasan , prenatal gentle yoga memiliki efek menenangkan pada ibu yang pada akhirnya menenangkan janin juga. Juga dengan berfokus pada napas, Anda mungkin merasa diberdayakan dan lebih mampu mengendalikan pikiran dan tubuh. Bila ibu napas pendek dan panik maka janin di dalam rahim juga merasakan hal yang sama . Ketika ibu napas pelan dan mendalam janin mengalami ini juga. Bernapas dalam dan perlahan juga membantu anda kekeadaan tubuh yang lebih rileks dan tentram; tarik dan buang nafas selalu MELALUI LUBANG HIDUNG untuk meningkatkan asupan oksigen dan buangan gas karbon dioksida. Usahakan selalu buang napas melalui mulut karena otot rahang (pipi) bisa menjadi tegang (lelah) dan mulut juga bisa menjadi kering.

8. gerakan lembut

Yoga pada ibu hamil berbeda dari kelas yoga umum, banyak pose klasik yang disesuaikan untuk mengakomodasi perubahan dalam tubuh. Pose yang lembut dan anggun untuk menciptakan ruang dalam tubuh. Relaksasi dan meditasi sangat penting dalam praktek untuk bersantai dan menenangkan pikiran. Banyak postur yang fokus pada pembukaan panggul dan memperkuat otot-otot panggul. Sebagai contoh jongkok (Squatting / malasana) dan pose kupu-kupu (butterfly / badha konasana) yang membantu untuk membuka panggul dan memperkuat kaki bagian atas. Beberapa postur juga berguna untuk mengatasi ketidaknyamanan umum selama kehamilan seperti pose cat cow yang membantu untuk meringankan sakit punggung atau nyeri punggung bawah .

9. Selalu ‘ mendengarkan’ tubuh Anda

Hal ini sangat penting untuk tidak pernah memaksa diri sendiri dan tidak memaksakan diri terlalu keras . Jika ibu hamil merasa pusing , mual atau lelah, segera hentikan dan beristirahat. Jangan melakukan pose yang dirasa tidak nyaman. Jika ibu hamil tersebut merasa bahwa beberapa pose ini tidak tepat untuk Anda atau bayi Anda, yang terbaik adalah untuk menghormati perasaan itu dan mengambil jeda. Ingatlah selalu percaya diri dan percaya tubuh sendiri

10. Menghindarkan setiap gerakan yang mengharuskan Anda untuk berbaring telentang selama lebih dari beberapa menit

Terutama setelah trimester pertama . Berbaring telentang dapat memberikan tekanan pada vena cava Anda rendah, yang dapat menyebabkan pusing dan sesak napas .

11. Melewatkan setiap posisi yang meregangkan otot perut terlalu banyak

Ini penting untuk terlalu meregangkan sendi Anda karena selama kehamilan sendi lebih longgar dan dengan demikian risiko cedera semakin banyak.

12. Tidak pernah memaksa tubuh anda

Bekerjasamalah dengannya, apalagi Anda dalam kondisi hamil sekarang ini; lakukan sesuai kapasitasnya, “Tujuan Yoga adalah kesehatan tubuh, janin dan ketentraman serta ketenangan pikiran”, hindari resiko cedera dengan memahami betul bahwa yoga ini bukan untuk kompetisi dan ‘sirkus’ (unjuk kelenturan dan kekuatan), lakukan setiap pose secara perlahan (mengalir).

13. Penuh perhatian dan tidak terburu-buru (maksimum dan nyaman)

Tunggu hingga ritme nafas dan degup jantung anda kembali natural sebelum melakukan pose selanjutnya dengan cara melakukan relaksasi. Jika anda dapat langsung istirahat (relaksasi) atau tidur selama ±30 menit, maka manfaat yoga akan jauh lebih terasa. Anda mungkin bisa saja berkeringat yang dikarenakan meningkatnya aktifitas otot dan pernafasan, tapi jika tidak berkeringatpun tidak jadi masalah, karena sekali lagi tujuan dari yoga ini adalah bukan untuk mengeluarkan keringat dan atau kelenturan semata.

Latihan yoga harus diperoleh dari pengajar yang memiliki pengetahuan mengenai subjek ini, melakukan gerakan yoga apalagi untuk ibu hamil, tanpa mengetahui teknik yang tepat terkadang bisa menimbulkan cedera. Selain itu, berlatih bersama-sama rekan dan teman juga memiliki manfaat rekreasi, relasi dan komunitas yang positif.

Untuk mengetahui seberapa efektif dan efisien manfaat dari yoga pada kehamilan dan pada kesehatan tubuh serta ketentraman mental, maka silahkan uji dengan latihan secara teratur pagi dan sore (30-60 menit) setiap hari dengan benar selama 30 hari lengkap dengan relaksasi dan meditasinya. Kemudian ukur-rasakan  secara objektif perubahan, kebugaran, kesehatan, dan ketenangan pikiran Anda.

  • tahap untuk menuju ke postur tersebut
  • tahap ketika sedang, atau dalam menahan (holding) postur tersebut
  • serta tahap keluar atau menyudahinya. 

Semuanya idealnya dilakukan dengan dalam dan penuh perhatian, dengan kesadaran yang penuh, termasuk menyadari akan keterbatasan pada kemampuan tubuhnya sendiri-sendiri. Dengan disertai latihan pernafasan, prana, atau energy yang vital yang ada dalam tubuh akan ikut diaktifkan, yang pada akhirnya, akan juga membersihkan nadis, saluran atau system saraf sebagai jalan darah yang akan menghantarkan oksigen atau energi ke seluruh sel-sel dan jaringan tubuh. Jika peredaran darah atau energi ke seluruh tubuh berjalan dengan sebagaimana mustinya dan semua fungsi organ-organ bekerja dengan maksimal, maka kita akan mendapatkan kesehatan, kebahagiaan, senantiasa terjaga kesadarannya setiap saat (mindfulness).

  • panggul dan ligamen-ligamen nya
  • Tulang belakang
  • Kaki

Sehingga di dalam yoga untuk kehamilan dan persiapan persalinan beberapa hal yang penting adalah bagaimana tulang belakang tetap tegap, baik, kaki kuat, dan pelvis/ panggul terbuka.


SEMOGA BERMANFAAT 

Kamis, 25 Mei 2017

Cara Menghilangkan Rasa Pahit Selama Hamil




Secara umum, para ibu hamil sering mengalami kondisi morning sickness, terutama di awal-awal masa kehamilannya. Hal tersebut lebih dikarenakan adanya perubahan hormon dalam tubuh pada ibu hamil, terutama hormonestrogen. Kondisi morning sickness ini rata-rata membuat ibu hamil sering merasa mual, muntah, pusing dan mulut terasa pahit. Kondisi ini tentu saja bisa berlangsung selama masa kehamilan atau juga hanya berlangsung selama 3-6 bulan masa kehamilan.

Hal ini tergantung pada cara menjaga kesehatan, terutama dalam pola makanan, aktivitas yang cukup, dan lainnya yang mendukung kesehatan dan perkembangan janin dalam kandungannya. Nah, dalam mengatasi gejala morning sickness, terutama dalam cara mengatasi mulut pahit pada ibu hamil terdapat langkah yang cukup sederhana dan alami. Berikut cara mengatasinya :

1. Menghindari aroma yang menimbulkan mual

Ibu hamil biasanya cukup sensitif terhadap bau. Bila sudah mencium aroma yang membut mual, otomatis akan mampu membuat pusing dan mulut ibu hamil akan berasa pahit. Maka dari itu, cobalah untuk menghindari aroma pemicu rasa mual. 

2. Istirahat yang cukup dan kurangi aktivitas berat

Bila ibu hamil tidak mendapat istirahat yang cukup atau kelelahan bukan tak mungkin akan membuat ibu hamil merasa pusing dan mual juga bermulut pahit karena adanya perubahan hormon yang diakibatkan rasa lelah pada tubuh. 

3. Porsi makan sedikit tapi lebih sering

Cara ini cukup efektif dalam mengatasi gejala morning sickness pada ibu hamil, termasuk rasa mual dan juga bisa mengurangi rasa pahit pada mulut ibu hamil.

4. Mengkonsumsi kudapan kering, seperti biskuit gandum secara berkala

Banyak mengemil biskuit kering, seperti biskuit gandum akan mampu memberi nutrisi yang cukup bagi tubuh ibu hamil hingga rasa mual, pusing dan mulut pahit akan tidak terlalu sering menghampiri.

5. Memperbanyak konsumsi makanan rasa asem

Cara ini sangat efektif dalam mengatasi rasa pahit di mulut ibu hamil yang merupakan salah satu gejala morning sickness. Cobalah untuk mengkonsumsi mangga setengah matang, vitamin c, jeruk nipis, jeruk lemon, tomat secara rutin sampai rasa pahit di mulut menghilang.

6. Mengurangi makanan yang banyak mengandung garam atau asin

Lidah ibu hamil sangat peka oleh rasa asam dan asin. Ibu hamil boleh mengkonsumsi banyak makanan asem, tetapi tidak boleh dengan makanan asin. Hal tersebut dikarenakan dapat menyebabkan hipertensi. Maka dari itu, hindarilah makanan yang asin-asin untuk bisa menghindari resiko hipertensi ini.

7. Rajin menyikat gigi dan permukaan lidah

Menjaga kebersihan mulut merupakan faktor yang mengurangi gejala morning sickness, seperti rasa pahit di mulut. Maka rutinlah dalam menggosok gigi dan permukaan lidah setiap hari secara rutin.

8. Mengunyah permen mint

Cara ini merupakan cara cepat dalam menghilangkan rasa pahit di mulut akibat gejala morning sickness pada ibu hamil.


Itulah penyebab dan cara mengatasi mulut pahit pada ibu hamil. Semoga kondisi bunda di rumah semakin membaik.



SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 24 Mei 2017

Tips Jitu Membujuk Janin Agar Terlahir Normal




Sering kali kehamilan menyebabkan seorang wanita mengalami stres. Stres itu bisa terjadi karena ia merasa tidak memiliki ilmu yang cukup untuk menjadi ibu atau bisa jadi ia stres ketika akan menghadapi persalinan. Apalagi jika dokter telah memperkirakan tanggal kelahiran bayi, dan anda tidak kunjung menampakkan seperti tanda yang akan melahirkan. Hal ini dapat membuat ibu semakin tidak tenang. Jika hal tersebut terjadi sebaiknya anda melakukan cara yang dapat merangsang persalinan anda agar cepat tiba.


1. Lakukan kegiatan berjalan kaki dengan santai

Cara yang paling mudah dan juga murah untuk dapat merangsang bayi supaya cepat lahir ialah dengan berjalan kaki dengan teratur ketika menjelang persalinan. Ketika berjalan atur posisi tubuh dengan benar, tubuh tetap tegak, dan tidak terlalu condong ke arah belakang. Jalan kaki merupakan cara yang paling umum serta alami untuk membantu mendorong persalinan.

2. Hubungan intim bersama suami

Cairan yang dihasilkan seorang pria mengandung prostaglandins yang dapat membantu leher rahim menjadi lunak juga siap untuk segera membuka. Kandungan yang terkandung dalam sperma juga dapat membantu merangsang munculnya kontraksi pada rahim serta membuat leher rahim melemas.

3. Melakukan stimulasi pada puting payudara

Melakukan kegiatan stimulasi pada putting payudara ini juga dikatakan dapat melepaskan oksitosin yang bisa merangsang rahim untuk berkontraksi. Kegiatan ini juga bisa anda lakukan sendiri atau meminta bantuan suami anda. Namun sebaiknya kegiatan ini tidak dilakukan dengan berlebihan sebab bisa mengakibatkan kontraksi yang sangat panjang, kuat serta mengganggu aliran darah pada janin. Lakukan kegiatan ini dengan fokus pada salah satu payudara terlebih dulu selama kurang lebih lima menit.

4. Lakukan birthing balls

Birthing balls ini sangat berguna untuk menbantu bayi yang ada di dalam rahim bergerak. Anda dapat melakukannya dengan duduk pada bola yang sangat lentur serta lembut sambil anda menggerakan tubuh anda. Gerakan tubuh anda dapat mendorong bayi beralih pada posisi yang sangat baik.

5. Menghilangkan perasaan cemas di dalam diri anda

Rasa cemas yang semakin besar ketika menjelang persalinan menjadi hal yang wajar. Untuk mengurangi kecemasan yang anda rasakan anda dapat membaginya dengan mendiskusikan kecemasan anda bersama suami anda, ataupun dokter. Rancanglah beberapa kegiatan yang dapat membuat anda menjadi semakin rileks.

6. Mengikuti senam hamil

Lakukan dengan rutin senam hamil dengan di bimbing oleh instruktur yang ahli. Manfaat dari senam hamil sendiri yaitu untuk membantu dalam melemaskan daerah pada jalan lahir bayi, membuat lancar penurunan pada bagian bawah bayi menuju jalan lahir, membantu kontraksi rahim agar lebih efektif serta membantu proses persalinan menjadi lebih lancar dan juga mudah.

7. Melakukan pijat refleksi

Pijat refleksi ini selain dapat menyeimbangkan sistem dalam tubuh anda, ini juga bisa merangsang untuk menuju proses persalinan. Ada baiknya tindakan seperti ini dilakukan atas pengawasan dokter pribadi anda yang mengetahui tentang teknik pijat refleksi.

Dengan demikian bagi anda yang ingin merangsang janin lahir secara alami sebaiknya dapat mengelola diri dalam mempersiapkan persalinan, baik secara fisik maupun mental. Sehingga proses persalinan dapat berjalan dengan lancar, apalagi bagi anda yang menginginkan persalinan secara normal.



SEMOGA BERMANFAAT

Senin, 22 Mei 2017

Tips Jitu Menangani Undescended Testicle




Memiliki buah hati yang baru saja lahir ke dunia dengan kondisi sempurna dan sehat, tentu menjadi hal yang didambakan oleh setiap ibu. Tidak ada ibu yang akan bahagia melihat buah hati yang baru saja mereka lahirnya rupanya mengidap sebuah penyakit atau harus dihadapkan pada kenyataan yang pahit. Sebab sejatinya, buah hati tercinta yang baru saja mereka lahirkan kedunia tentu diharapkan bisa lahir dalam keadaan baik-baik saja dan tanpa adanya keluhan sedikitpun.

Nah, kondisi melahirkan buah hati yang sehat dan sempurna tentu tidak didapat dengan mudah atau semua ibu akan melahirkan anak yang sehat. Untuk mendapatkan hal ini, perlu sedikitnya penunjang yang akan menjamin kesehatan buah hati dan kelahirannya yang sempurna. Agar bisa memiliki buah hati yang lahir dengan sehat, maka segala upaya perlu dilakukan pada saat masa kehamilan. Itulah mengapa, pentingnya asupan makanan dan minuman yang bergizi adalah hal yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan.

Selama masa kehamilan, setiap ibu dituntut untuk dapat memenuhi asupan kebutuhan gizi dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dan si buah hati dalam perut ibu. Hal ini tentunya dilakukan guna mendukung tumbuh kembang si buah hati dalam rahim ibu agar dapat berjalan dengan sempurna tanpa terkendala dengan masalah.

Mulai dengan menjauhi jenis makanan tertentu sampai dengan melakukan beberapa kegiatan sehat akan mungkin mendukung ibu guna mendapatkan kehamilan yang sehat dan bisa menghadapi kelahiran yang aman dengan buah hati yang sehat. Beberapa hal ini adalah hal yang akan mendukung ibu mendapatkan bayi yang sehat dengan tumbuh kembang yang lancar.

Akan tetapi, tetap saja meski sebagian orang sudah berusaha keras untuk selalu mencukupi dan memperhatikan asupannya. Masalah datang seperti tanpa permisi, tanpa pemberitahuan dan tanpa aba-aba masuk dan berulah begitu saja.

Masalah yang menyerang pada bayi baru lahir, akan tentu saja menjadi hal yang menyeramkan dan menjadi mimpi buruk untuk setiap orangtua. Betapa tidak, impian besar mereka seolah direnggut begitu saja, tatkala mengetahui kenyataan pahit bahwa buah hati mereka rupanya mengalami gangguan kesehatan. Jangankan masalah yang besar, masalah kecil saja umumnya akan membuat setiap ibu menjadi panik dan cemas bila berkaitan dengan buah hatinya.

Betapa tidak, tak tega rasanya melihat buah hati kita yang masih begitu kecil harus menahan kesakitan atau dirundung dengan penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya. Belum lagi, kondisi yang "khusus" yang tidak dialami oleh bayi lain akan menyerang bayi anda dan membuat mereka harus mendapatkan perlakuan "istimewa" dibandingkan dengan bayi pada umumnya.

Meskipu selama masa kehamilan, asupan gizi dan nutrisi selalu diupayakan dengan baik. Namun nyatanya, saat hari kelahiran tiba dan dokter menyatakan si buah hati mengalami gangguan kesehatan, rasanya tak percaya dan bertanya-tanya apa yang salah dengan pola hidup yang anda jalankan selama masa kehamilan?

Seperti  salah satunya adalah masalah kesehatan yang mungkin menyerang bayi laki-laki saat yang akan dibahas kali ini. Adalah kondisi testis yang tidak turun pada bayi yang harus menjadi waspada dan kehati-hatian yang besar.



Testis tidak turun pada bayi dikenal pula dengan sebutan undescended testicle dalam bahasa kedokteran, yang mana ini artinya adalah kondisi testis yang belum pindah ke posisi yang tepat didalam kantong kulit yang tergantung dibawah alat kelamin bayi laki-laki (skrotum), sebelum si anak dilahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada salah satu bagian testis, akan tetapi sekitar 10 persen kasus terjadi pada kedua bagian testis.

Kondisi testis yang tidak turun cukup umum terjadi pada bayi laki-laki yang lahir prematur atau lahir dengan kondisi tubuh yang amat kecil. Kondisi testis ini umumnya akan dapat turun dengan sendirinya dalam waktu 6 bulan setelah si bayi dilahirkan ke dunia. Jadi demikian, saat orangtua mendapati testis pada si bayi belum turun, sebaiknya tidak terlalu panik, karena proses ini masih akan terus berjalan seiring berjalannya waktu.

Akan tetapi bila setelah kurun waktu tersebut rupanya testis masih tidak turun, maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter.


Hingga sampai saat ini, dokter belum benar-benar mengetahui apa penyebab atau sumber yang dapat memicu kondisi ini dapat terjadi pada bayi. Kombinasi faktor genetik, kesehatan ibu, dan faktor lingkungan sekitar disebut-sebut dapat menyebabkan gangguan pada hormon. Selain itu, perubahan fisik dan aktivitas yang dapat mempengaruhi perkembangan testis pun disebut-sebut dapat menimbulkan kondisi ini dapat terjadi.

Pada saat perkembangan jani didalam rahim ibu, testis akan mulai turun dengan perlahan seiring dengan berjalan waktu hingga ke dalam bagian perut. Dan pada saat beberapa bulan terkahir menjelang persalinan proses ini akan terus berjalan sehingga testis akan terus turun melalui kanalis inguinalis didaerah bagian selangkangan, hingga pada akhirnya masuk kebagian skrotum. Pada kondisi gangguan undescended testicle, proses tersebut terhenti atau terhambat.


Umumnya kondisi ini akan cukup sulit dideteksi, sebab kondisi ini tidak menyebabkan rasa sakit pada bayi atau tidak menimbulkan gejala lain yang dapat meningkatkan rasa waspada anda pada si kecil. Adapun beberapa kondisi yang dapat diwaspadai bila terjadi beberapa hal berikut ini. Seperti skrotum bayi mungkin terlihat lebih halus, kurang berkembang (baik dibagian satu sisi ataupun kedua bagianya), atau terlihat kecil dan datar. Bahkan pada saat anda merabanya, anda tidak merasakan benjolan pada bagian tersebut.

Kondisi testis yan tidak turun bisa terpuntir didalam perut (torsio testis), sehingga kondisi ini akan dapat menganggu produksi sperma di kemudian hari pada si bayi. Bukan hanya itu, resiko lain yang mungkin dialami oleh si bayi adalah meningkatkan risiko hernia dan kanker testis.

Pada saat bayi pertama kali dilahirkan ke dunia, umumnya dokter akan memeriksa bagian skrotum bayi. Apabila testis tidak ditemukan dibagian skrotum, maka dokter akan melakukan pemeriksaan ulang pada si bayi saat usianya mulai menginjak 3 bulan atau 6 bulan.


Bila rupanya setelah dilakukan pemeriksaan pada usia 3 atau 6 bulan pada bayi dan dokter masih tidak menemukan testis dibagian skrotum. Maka pemeriksaan lanjutkan akan dilakukan guna menindak lanjuti kondisi ini.

Pemeriksaan fisik dilakukan guna memastikan bahwa salah satu atau kedua testis tidak berada dibagain skrotum. Testis yang tidak turun mungkin bisa teraba dan mungkin juga tidak bisa teraba pada bagian dinding perut yang letaknya berada diatas skrotum.

Apabila testis masih tidak teraba, maka akan dapat dilakukan pembedahan guna menunjang diagnosa dan sekaligus untuk terapi. Adapun beberapametode pembedahan yang dilakukan diantaranya adalah :

•  Pembedahan Laparoskopi

Metode pembedahan ini adalah sebuah tindakan yang dilakukan dengan menggunakan sebuah selang kecil dengan dilengkapi fitur kamera dibagian ujungnya. Yang mana selang ini akan dimasukkan kedalam perut si anak melalui sayatan. Metode pembedahan laparoskopi dilakukan guna menentukan posisi testis didalam perut.

Metode ini pun dapat menunjukan apakah dalam perut terdapat testis atau tidak, atau mungkin hanya terlihat sisa jaringan testis kecil yang suah tidak lagi berfungsi dimana jaringan ini perlu diangkat. Akan tetapi, tak perlu khawatir metode pembedahan ini aman selama dilakukan oleh dokter ahli dan akan dapat mudah sembuh.

• Bedah Terbuka

Metode pembedahan lain adalah dengan melakukan pembedahan terbuka. Yakni eksplorasi langsung melalui operasi perut atau dibagian selangkangan. Hanya saja, metode ini terbilang cukup jarang dilakukan.


Anda mungkin akan merasa khawatir setelah melihat dan memahami pembahasan diatas sehingga bentuk penanganan akan sangat anda butuhkan. Penanganan terbaik untuk kasus ini adalah dengan menyerahkan pengobatan ke dokter. Dokter biasanya akan menyerankan untuk menunggu dan melihat perkembangannya untuk bayi yang baru saja dilahirkan.

Bila rupanya kondisi ini masih berlanjut dan testis tak kunjung turun, maka dokter akan merekomendasikan pembedahan pada si kecil melalui operasi. Bedah ini umumnya akan dilakukan ketika bayi berusia 9 sampai dengan 15 bulan. Operasi pembedahan ini cukup aman dan efektif. Dan kebanyakan bayi akan dapat sembuh dengan cepat.

Adapun pengobatan lain yang juga dilakukan adalah dengan menggunakan terapi hormon. Terapi ini akan dapat bekerja dalam membantu turunnya testis ke tempat seharusnya yakni kebagian dalam skrotum pada bayi. Hanya saja, terapi ini umumnya akan dapat menimbulkan efek samping pada bayi anda. Untuk terapi lain anak bisa mendapatkan suntikan hormon HCG (HumanChorionic Gonadotropin) untuk membuat bagian testisnya segera turun kebagian bawah.

Operasi pengobatan ini amat penting dilakukan sebab memiliki testis yang tidak turun akan dapat meningkatkan resiko terhadap kondisi lain dalam tubuh, seperti diantaranya adalah :

•  Infertilitas

Masalah pertama yang akan mungkin dihadapi dan mempengaruhi kesehatan bayi dimasa depan adalah adanya infertilitas atau masalah kesuburan. Kerusakan kemampuan testis menghasilkan sperma dapat terjadi sejak anak berusia 1 tahun atau 12 bulan. Itulah mengapa dokter akan menyarankan penanganan testis pada bayi yang tidak turun ke bagian skrotum dilakukan pada saat bayi berusia 1 tahun dan tidak lebih dari usia 24 bulan.

• Kanker Testis

Masalah selanjutnya yang mungkin dihadapi oleh anak bayi yang mengalami testis tidak turun adalah kondisi kanker testis. Pria yang lahir dengan kondisi testis tidak turun akan meningkatkan risiko lebih tinggi terhadap kanker testir dibandingkan dengan mereka yang tidak menghadapi masalah ini. Akan tetapi, jenis kanker ini akan dapat disembuhkan apabila kondisi ini terdeteksi lebih awal.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari ancaman kondisi testis tidak turun pada bayi. Pada intinya, setiap masalah yang menyerang kesehatan adalah penting untuk segera diatasi sebelum masalah tersebut berubah menjadi petaka yang akan membahayakan nyawa seseorang.

Apalagi pada bayi, system imun yang belum terbentuk dengan kuat, akan cenderung membuat bayi rentan terkena gangguan penyakit. Segera atasi segala macam penyakit sebelum terlambat.




SEMOGA BERMANFAAT

Minggu, 21 Mei 2017

Cara Jitu Perawatan Penyakit Tiroid Pada Ibu Hamil




Penyakit tiroid atau orang Indonesia biasa menyebutnya dengan penyakit gondok merupakan kondisi dimana tidak seimbangnya hormon tiroid pada kelenjar tiroid. Penyakit tiroid juga sering menghinggapi ibu hamil, terutama karena adanya ketidakseimbangan hormon dan metabolisme dalam tubuh.

Kelenjar tiroid sangat berguna dalam mengatur metabolisme dalam tubuh, oleh karena itu jika terjadi masalah pada kelenjar tiroid, biasanya disertai gejala-gejala penyakit lainnya. Jika Anda adalah seorang ibu hamil yang mengalami penyakit tiroid, jangan khawatir karena penyakit tiroid relatif umum kok. Berikut ini informasi mengenai penyakit tiroid pada ibu hamil, berbahayakah?


Penyakit tiroid termasuk dalam penyakit sedang, sehingga tidak terlalu memerlukan tindakan medis ekstrem. Penyakit tiroid memiliki dua tipe berbeda yaitu hipertiroid dan hipotiroid. Ibu hamil lebih sering mengidap hipotiroid karena hormon tiroid semakin berkurang selama masa kehamilan.

Ibu hamil yang mengidap hipertiroid atau hipotiroid tetap dibolehkan untuk hamil. Yang terpenting adalah perawatan-perawatan yang mesti diambil setelah bumil divonis mengidap penyakit tiroid. Ibu hamil juga bisa mengidap hipertiroid terutama jika ibu hamil tersebut memiliki latar belakang hipertiroid sebelum hamil.

Meskipun bukan high level disease, berbagai perawatan harus dilakukan oleh ibu hamil yang mengidap penyakit tiroid. Jika tidak diatasi dengan baik dan benar, penyakit tiroid dapat menyebabkan kelahiran prematur, karena metabolisme tubuh yang tidak seimbang.

Selain itu juga bisa menyebabkan terjadinya preeklampsia karena adanya perubahan hormon yang berimbas pada tekanan darah. Jika Anda sering mengalami penyakit tiroid, ada baiknya untuk mengkonsultasikan berbagai latar belakang kesehatan Anda pada dokter spesialis.


Penyakit tiroid disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan pada kelenjar tiroid. Untuk hipertiroid, tubuh menghasilkan antibodi yang bernama TSI (Thyroid-Stimulating Immunoglobulin) sehingga kelenjar menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid.

Sedangkan untuk hipotiroid disebabkan karena tubuh secara tidak sengaja menyerang sel-sel kelenjar tiroid sehingga kandungan tiroid semakin berkurang. Penyebab paling umum pada ibu hamil adalah karena memang metabolisme dan hormon pada ibu hamil sedang dalam kondisi tidak stabil sehingga berpengaruh pada kelenjar tiroid.


Baik itu hipertiroid atau hipotiroid, semuanya memiliki gejala-gejala yang khas pada ibu hamil. Di bawah ini adalah beberapa gejala penyakit tiroid pada ibu hamil :

1. Hipertiroid
  • Sembelit
  • Sakit otot
  • Sulit konsentrasi
  • Sensiti terhadap cuaca dingin

2. Hipotiroid
  • Mual dan muntah
  • Detak jantung tidak stabil
  • Insomnia
  • Grogi
  • Gemetar
  • Turun berat badan


Setelah ibu hamil divonis mengidap penyakit tiroid, baik itu hipertiroid atau hipotiroid, maka dokter akan merekomendasikan berbagai metode penyembuhan medis baik berupa terapi ataupun obat-obatan.

Terapi dan obat-obatan tersebut berfungsi untuk menurunkan atau menaikan kadar hormon tiroid sehingga metabolisme tubuh kembali menjadi normal. Jika ukuran kelenjar semakin membesar, biasanya dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi pengangkatan.

Selain itu cara-cara alamiah juga bisa digunakan untuk mengobati tiroid seperti memperbanyak asupan sayuran dan buah, membatasi asupan daging merah dan menggantinya dengan daging ikan, kurangi asupan gula, memperbanyak asupan iodin, kurangi stres dan lain-lain.




 SEMOGA BERMANFAAT