Penyakit tiroid atau orang Indonesia biasa menyebutnya
dengan penyakit gondok merupakan kondisi dimana tidak seimbangnya hormon tiroid
pada kelenjar tiroid. Penyakit tiroid juga sering menghinggapi ibu hamil, terutama
karena adanya ketidakseimbangan hormon dan metabolisme dalam tubuh.
Kelenjar tiroid sangat berguna dalam mengatur metabolisme
dalam tubuh, oleh karena itu jika terjadi masalah pada kelenjar tiroid,
biasanya disertai gejala-gejala penyakit lainnya. Jika Anda adalah seorang ibu hamil yang mengalami penyakit
tiroid, jangan khawatir karena penyakit tiroid relatif umum kok. Berikut ini informasi mengenai penyakit tiroid pada ibu hamil, berbahayakah?
Penyakit tiroid termasuk dalam penyakit sedang, sehingga
tidak terlalu memerlukan tindakan medis ekstrem. Penyakit tiroid memiliki dua
tipe berbeda yaitu hipertiroid dan hipotiroid. Ibu hamil lebih sering mengidap hipotiroid karena hormon
tiroid semakin berkurang selama masa kehamilan.
Ibu
hamil yang mengidap hipertiroid atau hipotiroid tetap dibolehkan untuk hamil. Yang terpenting adalah perawatan-perawatan yang mesti
diambil setelah bumil divonis mengidap penyakit tiroid. Ibu hamil juga bisa mengidap hipertiroid terutama jika ibu
hamil tersebut memiliki latar belakang hipertiroid sebelum hamil.
Meskipun bukan high level disease, berbagai perawatan harus
dilakukan oleh ibu hamil yang mengidap penyakit tiroid. Jika tidak diatasi dengan baik dan benar, penyakit tiroid
dapat menyebabkan kelahiran prematur, karena metabolisme tubuh yang tidak
seimbang.
Selain itu juga bisa menyebabkan terjadinya preeklampsia
karena adanya perubahan hormon yang berimbas pada tekanan darah. Jika Anda sering mengalami penyakit tiroid, ada baiknya
untuk mengkonsultasikan berbagai latar belakang kesehatan Anda pada dokter
spesialis.
Penyakit tiroid disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan
pada kelenjar tiroid. Untuk hipertiroid, tubuh menghasilkan antibodi yang
bernama TSI (Thyroid-Stimulating Immunoglobulin) sehingga kelenjar menghasilkan
terlalu banyak hormon tiroid.
Sedangkan untuk hipotiroid disebabkan karena tubuh secara
tidak sengaja menyerang sel-sel kelenjar tiroid sehingga kandungan tiroid
semakin berkurang. Penyebab paling umum pada ibu hamil adalah karena memang
metabolisme dan hormon pada ibu hamil sedang dalam kondisi tidak stabil
sehingga berpengaruh pada kelenjar tiroid.
Baik itu hipertiroid atau hipotiroid, semuanya memiliki
gejala-gejala yang khas pada ibu hamil. Di bawah ini adalah beberapa gejala
penyakit tiroid pada ibu hamil :
1. Hipertiroid
- Sembelit
- Sakit otot
- Sulit konsentrasi
- Sensiti terhadap cuaca dingin
2. Hipotiroid
- Mual dan muntah
- Detak jantung tidak stabil
- Insomnia
- Grogi
- Gemetar
- Turun berat badan
Setelah ibu hamil divonis mengidap penyakit tiroid, baik itu
hipertiroid atau hipotiroid, maka dokter akan merekomendasikan berbagai metode
penyembuhan medis baik berupa terapi ataupun obat-obatan.
Terapi dan obat-obatan tersebut berfungsi untuk menurunkan
atau menaikan kadar hormon tiroid sehingga metabolisme tubuh kembali menjadi
normal. Jika ukuran kelenjar semakin membesar, biasanya dokter akan
menyarankan untuk dilakukan operasi pengangkatan.
Selain itu cara-cara alamiah juga bisa digunakan untuk
mengobati tiroid seperti memperbanyak asupan sayuran dan buah, membatasi asupan
daging merah dan menggantinya dengan daging ikan, kurangi asupan gula,
memperbanyak asupan iodin, kurangi stres dan lain-lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar