Senin, 24 April 2017

Tips Menstimulasi Agar ASI Cepat Keluar




Selama membesarkan dan merawat bayi anda, seringkali dikejutkan dengan hal-hal yang membuat anda kagum pada perkembangan bayi anda. Bayi anda dapat menjadi pelepas lelah dengan tingkah laku yang dapat membuat anda terkagum-kagum. Meskipun demikian pada sebagian ibu seringkali diterpa rasa khawatir karena sampai bayi terlahir masih kesulitan dalam memberikan ASI. Padahal ASI merupakan sumber nutrisi terbaik untuk bayi anda, pemberian ASI sangat dianjurkan minimal dari awal kelahiran hingga usia 6 bulan.

Hambatan dalam pemberian ASI memang bukan dialami anda saja, beberapa ibu yang pertama kali memberikan ASI mengalami kondisi kesulitan dalam pemberian ASI. Salah satu penyebabnya ASI belum keluar meskipun bayi sudah berupaya untuk menyusu. Mengapa ASI belum keluar padahal sudah waktunya, mungkinkah kesehatan ibu terganggu dan bagaimana pengaruhnya pada bayi anda? Berikut adalah penjelasan mengenai ASI yang belum keluar pada ibu yang menyusui di minggu pertama kelahiran bayi.

Ibu memilikki kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan ASI akan tetapi pada dasarnya ibu memiliki kemampuan yang cukup untuk pasokanASI. Beberapa ibu yang baru melahirkan terkadang baru dapat memberikan ASI pada hari ketiga atau keempat setelah melahirkan. Meskipun demikian umumnya kondisi keterlambatan ASI hanya dialami oleh ibu dikelahiran bayi pertama.

Secara alamiah tubuh ibu akan langsung memproduksi ASI karena terdapat hormon di dalam tubuh setelah melahirkan. Produksi ASI memang sangat disebabkan oleh hormon, salah satunya hormon prolaktin yang sudah ada sejak ibu hamil. Hormon prolaktin akan dihambat oleh hormon progesteron ketika ibu sedang hamil sehingga tidak menyebabkan produksi ASI keluar ketika ibu sedang hamil. Ibu setelah melahirkan dapat memberikan ASI pada bayi meskipun adakalanya mengalami kesulitan dalam mengeluarkan ASI.


1. Terdapat bagian plasenta yang tertinggal setelah melahirkan sehingga bagian plasenta menyebabkan pendarahan. Bagian plasenta yang tertinggal dapat diketahui melalui pemeriksaan USG sehingga dokter dapat melakukan tindakan agar produksi ASI tidak terhambat lagi.

2. Ibu yang melahirkan dengan operasi sesar akan tetapi tidak terencana akan menyebabkan kesulitan dalam mengeluarkan ASI. Sehingga keluar ASI membutuhkan waktu yang lebih lama. Meskipun demikian anda tidak perlu khawatir ada kolostrum yang keluar sebelum produksi ASI anda lancar.

3. Payudara ibu mengalami bengkak sehingga menggangu produksi ASI

4. Ibu mengalami stress sehingga menyebabkan ASI tidak bisa keluar

Sehingga ketika ibu memberikan ASI saat bayi anda lahir atau menyusui dini dapat menjadi stimulasi sehingga membuat ASI cepat keluar. Kolostrum atau ASI yang diberikan ketika pertama bayi lahir akan memberikan manfaat kesehataan untuk bayi anda. Apabila sudah 3 hari setelah persalinan ASI tetap tidak keluar anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sehingga ibu dapat memperoleh informasi dan konsultasi seputar ASI.

Namun, dalam kasus-kasus tertentu seperti bayi prematur, ibu tak langsung bisa melakukan IMD. Akibatnya, ASI tidak bisa keluar karena hormon oksitosinnya tak terangsang. Jika menghadapi masalah seperti ini, Anda bisa melakukan rangsangan lain untuk menstimulasi peningkatan hormon oksitosin ini.


1. Menenangkan diri

Ketika belum bisa mengeluarkan ASI-nya, biasanya ibu-ibu yang baru melahirkan akan langsung panik. Jika ini terjadi pada Anda, cobalah untuk menenangkan diri. Duduklah dengan tenang sendirian. Namun jika lebih tenang ditemani seseorang, pilihlah orang yang bisa mendukung dan menenangkan Anda. Ketenangan akan membantu Anda menstimulasi otak dan memerintahkan pengeluaran oksitosin yang merangsang keluarnya ASI.

2. Kontak kulit dengan bayi

Ketika bayi lahir prematur, mungkin Anda tak bisa langsung menyusui si kecil. Agar ASI bisa keluar, paling tidak lakukan kontak kulit dengan si kecil.

3. Melihat foto bayi

Jika tidak memungkinkan untuk melakukan kontak kulit dengan si kecil, ada cara lain untuk menstimulasi keluarnya ASI. “Anda bisa melihat foto si kecil, mendengarkan rekaman suara tangisannya, atau mencium bau tubuh dari bajunya,” tambah Inna.

4. Hypnobreastfeeding

Untuk meningkatkan produksi ASI, ibu bisa menerapkan hypnobreastfeeding sendiri di rumah. Teknik ini dilakukan dengan memasukkan kalimat motivasi ke dalam pikiran bawah sadar ibu. Anda bisa membayangkan ASI sedang mengalir deras seperti air mancur dan si kecil minum ASI Anda sampai kenyang. Bayangan ini akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar Anda sehingga bisa memotivasi Anda memproduksi ASI. Anda juga bisa menerapkan teknik pernafasan untuk membuatnya jadi rileks. Jika teknik ini berhasil, payudara akan mengencang karena peningkatan jumlah produksi ASI.

5. Minuman hangat

Minuman hangat seperti susu, teh, atau kopi akan membantu Anda untuk menenangkan diri. Kondisi tubuh yang tenang akan membantu mekanisme tubuh kembali normal dan meningkatkan ASI. “Yang paling penting adalah menghindari stres. Stres akan semakin menghambat produksi ASI Anda,” tambahnya.

6. Menghangatkan payudara

Biasanya ketika ASI sulit diperah, payudara akan membengkak. Untuk meredakannya Anda bisa menghangatkan payudara dengan mengompresnya atau mandi air hangat. Cara ini juga bisa membantu menstimulasi keluarnya ASI.

7. Merangsang puting susu

Selain rangsangan dari mulut bayi, rangsangan juga bisa dilakukan dengan cara menarik lembut atau memutar perlahan puting susu. Anda juga bisa memijatnya perlahan atau sekadar mengusapnya.

8. Pijat

Khusus yang satu ini, Anda butuh bantuan orang lain, misalnya suami atau keluarga lainnya. Anda bisa meminta mereka untuk memijat leher dan punggung Anda. Ketika dipijat, posisikan diri Anda dalam posisi setengah menunduk. Akan lebih baik jika Anda melepaskan baju Anda, sehingga payudara akan jatuh ke bawah. Mulailah memijat dari bagian leher ke punggung dengan menggunakan ibu jari. 



SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar